Skuad Regragui sekarang telah mengumpulkan lebih banyak kemenangan di satu Piala Dunia daripada tim Maroko lainnya.
Tidak ada yang mengira hal itu mungkin terjadi ketika federasi sepak bola Maroko mengambil pertaruhan pada Regragui yang berusia 47 tahun pada bulan Agustus dengan memberinya pekerjaan pertamanya sebagai penanggung jawab tim nasional. Hasilnya telah bersejarah.
"Sekitar 50 atau 60 tahun sejarah Maroko. Kami telah melakukannya dalam beberapa minggu," kata Regragui.
Kepala Regragui menjadi fokus tim Maroko. Mereka menepuk-nepukkan tangan mereka ke atas dan ke bawah di atas kepala botaknya yang mengkilap selama perayaan sukacita mereka dalam apa yang tampaknya menjadi tradisi dalam tim. “Mereka suka menyentuh kepala saya," kata Regragui. "Mungkin itu membawa keberuntungan bagi mereka," ucapnya lagi.
Dua kemenangan Maroko di Qatar, kejutan besar atas Kevin de Bruyne bersama Belgia yang berada di peringkat kedua dan kemenangan atas Kanada di Stadion Al Thumama, sama banyaknya dengan yang dimenangkan negara itu di semua penampilan Piala Dunia sebelumnya jika digabungkan. Maroko juga bermain imbang pada laga pembuka melawan Kroasia untuk melaju dengan status tanpa terkalahkan.
"Kami percaya padanya," kata bek Maroko Achraf Hakimi tentang Regragui. "Dia melakukan pekerjaan luar biasa dengan waktu yang tidak banyak," imbuhnya.
Satu-satunya perjalanan Maroko sebelumnya melewati babak penyisihan grup di Piala Dunia terjadi pada tahun 1986 atau 36 tahun silam, ketika mereka juga memenangkan grup mereka, tetapi hanya memenangkan satu pertandingan.
Gol Hakim Ziyech dan Youssef En-Nesyri menit 4 dan 23 memberikan kemenangan atas Kanada. Gol bunuh diri Nayef Aguerd menit 40 sebelum turun minum membuat skor menjadi 2-1 namun tak menghalangi langkah Maroko untuk lolos.
Kanada nyaris mencetak gol ketika sundulan dari kapten Atiba Hutchinson, yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, memantul ke bawah mistar gawang dan masuk ke garis gawang.
Tayangan ulang menunjukkan sebagian bola telah melewati garis tetapi tidak semuanya. "Dua inci. Dua inci dari hasil pertama kami," kata pelatih Kanada John Herdman. "Ini bukan Kanada yang berjalan pergi dengan kepala tertunduk. Kami bisa tetap menegakkan kepala kami," tegasnya.
Kanada, yang akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia berikutnya pada 2026 bersama Amerika Serikat dan Meksiko, telah tersingkir sebelum menghadapi Maroko dan kalah dalam tiga pertandingannya di Qatar, menyamai tiga kekalahan di satu-satunya penampilan Piala Dunia lainnya pada 1986.
Sebagai juara Grup F, Maroko akan menghadapi Spanyol di babak 16 besar. Spanyol kalah dari Jepang 2-1 untuk finis kedua di Grup E. Satu kemenangan lagi untuk Maroko akan berarti perjalanan pertama negara itu ke perempat final Piala Dunia. "Mengapa tidak membidik langit?" Regragui mengatakan. "Mengapa tidak bermimpi untuk mengangkat trofi itu?" sebutnya.
Lolosnya Maroko membuat negara-negara Muslim bersuka cita. Pasalnya, Qatar sebagai tuan rumah, Arab Saudi dan Iran, juga gagal lolos termasuk Tunisia. Wajar kalau Piala Dunia pertama yang pernah diadakan di Timur Tengah berharap pada Maroko. Wilayah yang terpecah-pecah itu bersatu di sekitar negara Afrika Utara.
Penonton streaming meneriakkan, "Selamat kepada kami atas awal ini! Ini akan terus berlanjut dan terus berlanjut!" Metro di dekat Stadion Al Thumama menjadi pesta dansa yang berdenyut dari orang-orang Maroko yang menabuh drum di jendela dan bersorak-sorai dalam perayaan.
"Semua orang Arab meninggalkan turnamen, tapi kami berhasil membalaskan dendam kami," kata Najwa Boumahraz, seorang Maroko yang tinggal di London. "Kami sangat bangga," imbuhnya.
Di laga lain Grup F, andai bola sampai ke Romelu Lukaku tepat di depan gawang dengan beberapa detik tersisa dan berbuah gol, pemain Inter Milan itu bakal jadi pahlawan negaranya lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2022. Namun itu tak terwujud.
Belgia bermain imbang 0-0 melawan Kroasia, membuat mereka tersingkir dari persaingan Grup F. Dan hanya beberapa menit setelah pertandingan, pelatih Belgia Roberto Martinez mengumumkan berhenti jadi pelatih setelah lebih dari enam tahun - keputusan yang dia katakan telah dia capai sebelum Piala Dunia dimulai.
Lukaku, pencetak rekor gol Belgia tetapi baru saja kembali dari cedera, masuk sebagai pemain pengganti saat turun minum dan menyia-nyiakan beberapa peluang besar, yang terbaik datang di waktu tambahan ketika umpan silang Thorgan Hazard jatuh ke arahnya di tiang belakang, nyaris 2 meter keluar. Bola membentur bagian tengah Lukaku dan bukannya bergulir ke gawang, bola malah memantul kembali ke depan gawang dan ditangkap kiper Kroasia, Dominik Livakovic.
Lukaku kecewa dan meninju dinding kamar ganti saat ia berjalan keluar setelah peluit akhir dibunyikan, membuat layar kaca plexiglass terlepas dari tempatnya. Beberapa saat sebelumnya, dia terisak di pelukan asisten pelatih Belgia Thierry Henry. "Kami bisa saja memenangkan pertandingan ini dengan tiga gol dan kami akan berjalan pergi dengan perasaan yang sangat berbeda," kata Martinez.
Kroasia, runner-up 2018 yang dipimpin oleh Luka Modric, akan berusaha untuk kembali melaju di Piala Dunia setelah juga mencapai semifinal pada tahun 1998. Mereka akan bersua Jepang hari Senin nanti.
"Ini adalah tim campuran pengalaman dan pemuda," kata pelatih Kroasia Zlatko Dalić, yang menambahkan tentang Belgia. "Kami beruntung mereka tidak mengambil peluang mereka," imbuhnya.
Kevin De Bruyne dan Lukaku akan kembali untuk Kejuaraan Eropa pada 2024 dan mungkin Piala Dunia berikutnya pada 2026. Namun pemain seperti Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, Axel Witsel dan Dries Mertens mungkin telah memainkan turnamen besar terakhir mereka.
Bahkan mungkin Eden Hazard, yang dicoret untuk pertandingan Kroasia yang berusia 31 tahun telah kehilangan kekuatan lamanya setelah begitu banyak cedera. Belgia gagal keluar dari grupnya hanya untuk kedua kalinya dalam delapan penampilan terakhirnya di Piala Dunia. Kali lainnya adalah pada tahun 1998 atau 24 tahun silam.
Editor: Aspian Nur