Mathew Leckie mencetak satu-satunya gol di laga ini, membuat Australia melaju ke 16 besar di Piala Dunia untuk kedua kalinya.
"Saya sangat bangga kami bisa membuat orang tersenyum," kata pelatih Graham Arnold.
Arnold mencatat ini adalah tim Australia pertama yang memenangkan dua pertandingan berturut-turut di Piala Dunia. "Mungkin kami berbicara tentang generasi emas baru," tegasnya.
Tim Socceroos terakhir yang mendapatkan kehormatan itu membawa Australia ke babak sistem gugur pada tahun 2006. Tim ini melakukannya lagi, dan Arnold percaya pencapaian itu layak mendapat hari libur nasional. "Berikan orang-orang hari libur. Saya pikir akan ada beberapa orang yang mabuk karena kegembiraan," imbuhnya.
Pemimpin generasi baru ini bisa jadi adalah Leckie, yang menerima umpan di dekat lingkaran tengah dari Riley McGree pada menit ke-60 dan bergerak mengelilingi bek Denmark sebelum melepaskan tembakan kaki kiri melewati kiper Kasper Schmeichel.
"Saya bergerak ke kiri dan mengayunkan kaki kiri," kata Leckie, yang kemudian dikerumuni oleh rekan-rekan setimnya di lapangan dan dari bangku cadangan. "Saya pikir kepala saya ditampar sekitar 100 kali," ungkapnya dengan nada bercanda.
Sekarang Leckie menginginkan lebih. "Kami ingin bermimpi besar. Saya pikir kuncinya adalah ketika kami datang ke turnamen ini, kami selalu mengatakan kami ingin keluar dari grup. Dan sekarang kami telah melakukannya. Sekarang yang paling penting adalah mempersiapkan diri karena kami bekerja sangat keras,” tegasnya.
Australia lolos setelah mengemas enam poin di Grup D. Juara bertahan Prancis memenangkan grup karena selisih gol meskipun kalah dari Tunisia 1-0 di pertandingan grup sebelumnya. Australia akan menghadapi Argentina pada babak system gugur nanti dimana Argentina sendiri berstatus sebagai juara Grup C.
Piala Dunia terbukti menjadi kekecewaan besar bagi Denmark setelah mencapai semifinal di Kejuaraan Eropa 2020 tahun lalu. Mereka bermain imbang 0-0 dalam pertandingan pembuka mereka dengan Tunisia dan kemudian kalah 2-1 dari Prancis.
Pelatih Denmark Kasper Hjulmand tidak dapat mengatakan mengapa salah satu tim peringkat teratas dunia itu bermain sangat buruk. "Tidak ada penjelasan," katanya. "Pertanyaan akan diajukan. Tapi saya pikir itu penting hanya untuk mendapatkan sedikit jarak sehingga saya bisa berpikir rasional. Saya tidak bisa melakukan itu sekarang. Emosinya terlalu besar. Rasa frustrasi terlalu besar," sebutnya.
"Kami tidak mencapai level kami. Tidak ada keraguan tentang itu," kata Hjulmand. "Yang pasti itu adalah tanggung jawab saya," pungkasnya.
Editor: :Aspian Nur