Di Grup B, Inggris berhasil mengalahkan Wales dalam laga bertajuk Battle of Britains 3-0 di Ahmed bin Ali Stadium dimana tiga gol Three Lions dicetak via brace Marcus Rashford menit 50 dan 68 serta gol Phil Foden menit 51.
Laga diawali dengan aksi berlutut pemain dari kedua negara sebagai tanda solidaritas dalam perang melawan diskriminasi. "Kami merasa ini adalah yang terbesar dan kami pikir ini adalah pernyataan kuat yang akan menyebar ke seluruh dunia bagi kaum muda, khususnya, untuk melihat bahwa inklusivitas sangat penting," kata Gareth Southgate, pelatih Inggris.
Menteri olahraga gay pertama di Inggris Stuart Andrew hadir di laga ini dan mengenakan ban lengan One Love yang sejatinya dilarang selama perhelatan Piala DUnia digelar. “Olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan & menginspirasi,” tulis Andrew di Twitter.
Kemenangan membuat Inggris menempati puncak klasemen dengan 7 angka hasil dari dua kali menang dan sekali imbang.
Adapun gol Rashford menit ke-68 jadi gol Piala Dunia ke-100 Inggris. “Saat-saat seperti inilah tujuan saya bermain sepak bola,” kata Rashford usai laga. “Momen terbesar dan terbaik. Saya sangat senang kami lolos ke babak berikutnya, kami memiliki ambisi besar untuk tim ini,” imbuhnya.
Dua gol Rashford membuatnya bersaing mendapatkan Sepatu Emas dengan Kylian Mbappe dari Perancis dan Enner Valencia dari Ekuador yang sama-sama mencetak tiga gol, hanya saja Valencia tidak dapat lagi menambah golnya setelah negaranya tersingkir. Satu lagi adalah Cody Gakpo dari Belanda.
Rashford mendedikasikan golnya untuk temannya yang meninggal beberapa hari lalu. “Saya kehilangan salah satu teman saya beberapa hari yang lalu,” kata pemain berusia 25 tahun, yang dinobatkan sebagai man of the match. 'Dia memiliki pertempuran yang cukup panjang dengan kanker. Saya senang saya mencetak gol untuknya, dia adalah pendukung besar dan teman baik saya. Dia adalah seseorang yang datang ke dalam hidup saya,” ucapnya dengan nada sedih.
Sementara pelatih Wales Rob Page menegaskan dia bangga dengan timnya setelah mereka finis di posisi terbawah Grup B dengan hanya satu poin dan satu gol di Piala Dunia pertama mereka selama 64 tahun. “Sangat sulit saat ini. Saya tidak akan mendengar kabar buruk tentang para pemain itu, mereka luar biasa. Itu adalah upaya besar-besaran dari grup, saya sangat bangga,” ujarnya.
Inggris akan bersua dengan runner up Grup A Senegal di fase knock out yang jadi bentrok pertama kali mereka menghadapi tim dari Afrika. Senegal lolos setelah mengalahkan Ekuador 2-1 di Stadion Internasional Khalifa dimana Kalidou Koulibaly jadi penentu lewat golnya menit 70. Sebelumnya Senegal mencetak gol pembuka via penalty menit 44 dari sepakan Ismaila Sarr, disamakan Ekuador lewat Moises Caicedo menit 67.
Absennya Sadio Mane sepertinya tak berpengaruh pada performa Senegal dengan hasil ini karena mereka berhasil menempati posisi kedua klasemen Grup A dengan 6 poin. Di laga ini terlihat jersey nomor 19 untuk menghormati Papa Bouba Diop, gelandang Senegal yang mencetak gol kemenangan melawan juara bertahan Perancis di pertandingan pembukaan Piala Dunia 2002. Itu adalah salah satu momen sepak bola terbesar Senegal dan kemenangan yang memulai perjalanan tim itu ke perempat final.
“Kami ingin membuatnya bangga. Kami ingin memberikan penghormatan kepadanya,” kata Koulibaly tentang Diop, yang meninggal pada usia 42 tahun tepat dua tahun lalu. “Dia adalah orang yang membuat saya bermimpi ketika saya masih kecil. Ini adalah sesuatu yang tidak akan kami biarkan tergelincir,” tegasnya. “Alhamdulillah saya ada di sana untuk mengirim bola itu ke belakang jaring,” Ujar pria muslim ini.
Sementara Belanda jadi pemuncak klasemen Grup A dan akan berhadapan dengan Amerika Serikat di 16 Besar yang jadi runner up Grup B.
Jalan Belanda masih panjang untuk menyamai tim "total football" tahun 1970-an atau bahkan tim "Oranje" yang lebih ofensif yang mencapai final Piala Dunia 2010 dan finis ketiga di 2014 namun setidaknya langkah mereka masih terbuka lebar untuk melaju lebih jauh di ajang ini.
Kemenangan 2-0 atas tuan rumah Qatar di Al Bayt Stadium via gol Cody Gakpo menit 26 dan Frankie de Jong menit 49 menjadikan Qatar jadi tuan rumah rumah pertama yang kalah dalam ketiga pertandingan grupnya.
"Jika Anda bermain melawan Qatar, semua orang akan berpikir dan berharap kami menang 5-0 atau lebih, tetapi turnamen ini telah menunjukkan bahwa itu sangat sulit," kata gelandang Belanda Davy Klaassen, yang mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik di laga ini.
Gakpo menjadi pemain Belanda keempat yang mencetak gol dalam tiga pertandingan Piala Dunia berturut-turut setelah Johan Neeskens (1974), Dennis Bergkamp (1994) dan Wesley Sneijder (2010). Dia juga menjadi pemain kedua yang membuka skor untuk timnya tiga kali di babak penyisihan grup yang sama setelah Alessandro Altobelli untuk Italia pada 1986.
“Cody Gakpo memiliki segalanya untuk menjadi bintang,” kata pelatih Belanda berusia 71 tahun Louis van Gaal. “Ditambah lagi dia memiliki kepribadian yang luar biasa. Dia berpikiran terbuka untuk segalanya,” ucapnya.
Untuk klub dan negara di semua kompetisi musim ini, Gakpo telah terlibat dalam 35 gol dalam 29 penampilan dengan mencetak 17 gol dan 18 assist.
Qatar, yang melakukan debut turnamennya dengan menjadi juara Piala Asia 2019. Namun pelatih tim asal Spanyol, Félix Sánchez, mengatakan bahwa Piala Asia tidak bisa dibandingkan dengan Piala Dunia.
“Kami datang ke sini mencoba untuk bersaing dan kami berhasil melakukannya,” kata Sánchez yang terancam dipecat dari kursi pelatih Qatar.
Belanda yang gagal lolos ke Piala Dunia 2018 finis dengan tujuh poin di puncak grup. Runner-up tiga kali Piala Dunia ini selanjutnya akan menghadapi Amerika Serikat untuk memperebutkan satu tempat di perempat final.
Amerika Serikat menang tipis 1-0 atas Iran via gol Christian Pulisic menit ke-38 dalam pertandingan ulang politik dari pertemuan terkenal mereka seperempat abad yang lalu. Bintang Amerika itu diganti pada awal babak kedua dan dibawa ke rumah sakit karena pusing dan menjalani pemindaian perut setelah bertabrakan dengan kiper Iran saat gol tercipta.
"Dia dibawa ke rumah sakit, saya kira sebagai tindakan pencegahan," kata pelatih AS Gregg Berhalter. “Dia merasa pusing. Itu luka di perut, tapi di bawah perutnya,” jelasnya.
Pulisic mencetak gol dan tergeletak di lapangan dan berbaring di gawang selama sekitar tiga menit saat menerima perawatan dari staf AS. Dia mencoba untuk terus bermain tetapi diganti dan kemudian dibawa ke rumah sakit, dan Berhalter mengatakan Pulisic cedera saat dia dikeluarkan dari permainan.
“Saya pikir itu adalah semangat Amerika, cara tim ini bermain dan saya pikir orang-orang akan mengapresiasi itu,” kata Berhalter.
Iran finis ketiga dengan tiga poin. Tim telah gagal untuk maju dalam semua enam penampilannya di Piala Dunia.
"Mimpi berakhir dengan hasil ini," kata pelatih Iran Carlos Queiroz. “AS memulai permainan jauh lebih baik dari kami, lebih cepat dengan kontrol permainan yang lebih baik,” imbuhnya.
Ada ketegangan yang meningkat seputar pertandingan tersebut karena hubungan yang tegang antara Amerika Serikat dan pemerintah Islam Iran. Iran terkenal mengalahkan AS 2-1 di turnamen 1998 di Perancis, menyingkirkan Amerika.
Editor: Aspian Nur