Dari empat pertandingan yang bergulir, dua diantaranya berakhir imbang yang melibatkan dua negara besar, Inggris dan Belanda, sementara dua partai lainnya memunculkan Iran dan Senegal sebagai pemenang.
Di Grup A, Qatar dipecundangi Senegal 1-3 di Al Thumama Stadium. Lions of Teranga, julukan Senegal, yang di partai perdana mereka kalah 0-2 dari Belanda, menang lewat gol Boulaye Dia menit 41, Famara Diedhiou menit 48 dan Bamba Dieng menit 84, sementara tuan rumah hanya mencetak sebiji gol lewat Muhammed Muntari menit 78.
Hasil ini membuat Qatar sudah resmi tersingkir karena di partai pembuka dikalahkan Ekuador 0-2, menghuni dasar klasemen Grup A. Qatar secara resmi menjadi negara tuan rumah terburuk dalam sejarah 92 tahun Piala Dunia karena tak pernah menang.
Sementara di laga lain Belanda ditahan imbang Ekuador 1-1. Pemain muda De Oranje Cody Gakpo mencetak gol cepat menit 6 namun disamakan Enner Valencia menit 49. Gakpo sudah mencetak dua gol untuk Belanda sementara Valencia jadi top skor sementara dengan tiga gol.
Belanda masih memimpin klasemen Grup A, mengemas 4 angka, sama dengan Ekuador, sehingga laga terakhir Belanda kontra Qatar dan Senegal bersua Ekuador jadi penentu siapa yang lolos sebagai juara dan runner up grup.
Di pertandingan Grup B, Wales terancam tersingkir dari persaingan fase grup karena belum bisa menang dari dua laga. Setelah ditahan imbang Amerika Serikat 1-1 pada partai perdana, diluar dugaan mereka dipermalukan Iran 0-2 pada matchday kedua di Ahmed bin Ali Stadium.
Keluarnya kiper Wales Wayne Hennessey menit 86 jadi petaka bagi The Dragon, karena gawang mereka kebobolan dua kali di injury time, menit 98 via Rouzbeh Chesmi dan menit 101 lewat tembakan Ramin Rezaelan. Iran yang dipermalukan Inggris 2-6 pada laga pertama mereka membuka peluang lolos dan bertengger di posisi kedua klasemen dengan 3 poin, dimana laga terakhir melawan Amerika Serikat yang ada di urutan ketiga klasemen Grup B dengan 2 poin juga berpeluang lolos ke 16 Besar.
The US Army sendiri kembali bermain imbang tanpa gol pada laga kedua mereka melawan Inggris. Dengan hasil ini Inggris berpeluang besar lolos kalau bisa menahan imbang Wales pada partai terakhir dalam bentrok Battle of Britain atau kalah tak lebih dari empat gol tanpa balas. Secara hitung-hitungan matematis, Wales yang mengantongi satu poin masih bisa lolos kalau mampu mengalahkan Inggris
“Saya sangat senang dengan performa para pemain. Amerika lawan yang sangat tangguh, mereka bertahan dengan sangat baik. Untuk mencapai performa terbaik beberapa hari yang lalu dan menemukan energi yang sama, tingkat kualitas akan selalu menjadi tantangan dan kami tak mampu mendapatkannya hari ini,” ujar Gareth Southgate, pelatih Inggris.
Andai bisa menang melawan Amerika Serikat, sejatinya Inggris bisa jadi tim pertama yang lolos ke 16 Besar. “Tapi kami harus menunjukkan sisi lain dari diri kami dalam hal ketangguhan tanpa bola. Untuk menjadi tim yang sukses di turnamen, kami harus menunjukkan performai yang berbeda. Kami masih memiliki peluang lolos dan juara grup,” tegasnya
Pelatih Amerika Serikat Berhalter senang dengan penampilan timnya melawan Inggris dan sudah menyiapkan pertemuan yang menentukan atau menghancurkan dengan Iran. “Penampilan yang disiplin dan produk akhir masih bisa lebih baik. Secara keseluruhan saya senang dengan penampilan tim ini dan yang paling penting keyakinan karena itu tidak pernah goyah. Di laga terakhir jadi penentu, kami menang atau kami keluar dari Piala Dunia,” tegasnya.
Inggris sendiri dibayangi mimpi buruk andai lolos ke 16 Besar, karena berpotensi bersua Belanda kalau gagal juara grup. Kalau pun Inggris juara grup B dan Belanda runner up A, praktis keduanya masih bisa bentrok di fase genting mengingat Ekuador atau Senegal berpotensi mendongkel posisi anak asuh Louis Van Gaal kalau gagal mengalahkan Qatar.
Editor: Aspian Nur