“Vinicius adalah monyet” teriak sekelompok besar pendukung Atletico saat mereka menunggu untuk memasuki stadion, dilansir dari laman Dailymail.co.uk Senin (19/9/2022) hari ini.
Sebuah foto yang beredar di media sosial menunjukkan seorang pendukung Atletico Madrid mengangkat boneka rasis mengacu pada Vinicius yang mendapat pelecehan rasialis dari pendukung lainnya.
Pada pertandingan itu, Los Blancos menang lewat gol Rodrygo Goes dan Federico Valverde menit 18 dan 36 di babak pertama. Atletico memperkecil kekalahan di babak kedua melalui Mario Hermoso menit 83, namun menit 91 Hermoso harus mendapat kartu merah.
Hanya ada sedikit waktu tersisa dan Atletico untuk menyamakan skor dan itu tak terwujud. "Mereka memanfaatkan peluang," kata pelatih Atletico Diego Simeone usai laga. “Kami lebih agresif di babak kedua dan kami melakukan upaya besar. Kami hampir imbang tetapi mereka bertahan dengan sangat baik,” imbuhnya.
Sementara pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti merasa senang. "Saya jelas sangat senang," kata Ancelotti. "Kami memiliki keunggulan dua gol dan pada akhirnya itu sudah cukup," ujarnya.
Hasil ini membuat Madrid mengemas 100 persen kemenangan hingga pekan keenam. Tim besutan Carlo Ancelotti ada di puncak klasemen LaLiga dengan 18 poin menggusur Barcelona yang sehari sebelumnya bertakhta, sementara Atletico Madrid di urutan ketujuh dengan 10 poin.
Terkait hinaan kepada Vinicius, aksi rasis itu kembali berlanjut di dalam stadion saat dirinya merayakan gol yang dicetak Rodrygo dimana fans meminta Vinicius untuk tak ikut menari dalam selebrasi gol tersebut. Manajemen Atletico sendiri mendesak pendukung mereka sebelum pertandingan di media sosial untuk tidak meremehkan pemain lawan.
Akhir pekan lalu Vinicius dikritik karena melakukan tarian usai mencetak gol ke gawang Mallorca di Santiago Bernabeu, di depan bench tim lawan. Ini membuka perdebatan tentang apakah tidak sopan atau tidak bagi seorang pemain untuk menari setelah mencetak gol dan kemudian ketika para rasis mulai masuk.
Carlo Ancelotti dalam konferensi pers pra-derby mengungkapkan insiden itu belum dibahas dalam batas-batas ruang ganti Real Madrid. "Pertama, saya pikir penting untuk menyoroti saya biasanya tidak melihat rasisme semacam ini di Spanyol. Klub membuat pernyataan dan Vinícius membuat pernyataan dan saya setuju dengan itu. Dia baik-baik saja dan bekerja sekeras biasanya dengan anggota tim lainnya," kata Ancelotti.
Atletico Madrid kemudian secara tidak sengaja menambah ketegangan menjelang pertandingan. Kapten tim Koke ditanya apa yang akan terjadi di Metropolitano jika Vinicius merayakannya dengan tarian dan dia berkata akan ada masalah dan ternyata hal itu terbukti meski Vinicius tak mencetak gol.
Editor: Aspian Nur