Pada laga di Estadio Renato Dall'Ara, Itali menjamu Jerman dengan skor 0-0 di babak pertama. Pada babak kedua, Gli Azzurri membuka keunggulan 1-0 di menit ke-70 via gol Lorenzo Pellegrini.
Tim tamu merespons cepat dengan mencetak gol penyeimbang menit 73 lewat Joshua Kimmich. Hasil ini membuat Jerman belum tak terkalahkan di bawah asuhan pelatih Hansi Flick.
Hasil imbang membuat Der Panzer menang delapan kali dan seri dua kali dalam dua pertandingan mereka sejak Flick mengambil alih dari Joachim Loew setelah Piala Eropa lalu.
Flick menjadi pelatih ketiga dalam sejarah tim nasional Jerman yang tetap tak terkalahkan dalam 10 pertandingan pertamanya setelah Sepp Herberger dan Josef Derwall.
"Apakah poinnya pantas atau tidak, saya tidak tahu, tapi itu terlalu sedikit," kata Joshua Kimmich kepada RTL usai pertandingan. "Kami ingin menang. Kami tahu Italia sedang dalam masa transisi saat ini dan belum tentu memiliki tim terbaik mereka di lapangan," imbuhnya.
Sementara Italia gagal bangkit setelah tiga hari lalu dikalahkan Argentina 0-3 pada ajang Finalsima. “Sangat disayangkan kami langsung kebobolan gol penyeimbang dengan cepat. Ini bukan pertandingan yang mudah, terutama di awal pertandingan,” kata pelatih Italia Roberto Mancini kepada RAI Sport.
Namun penampilan baru Italia tampil mengesankan dengan striker Sassuolo Gianluca Scamacca yang tampil impresif. Di laga lain, laga Hungaria melawan Inggris dinodai cemoohan anak-anak usia sekolah kepada pemain The Three Lions yang berlutut tanda gerakan anti-rasisme jelang kickoff.
Pertandingan seharusnya berlangsung tanpa penonton karena perilaku ofensif fans Hungaria di Euro 2020 tetapi anak-anak sekolah diizinkan masuk ke dalam Puskas Arena.
"Saya tidak tahu mereka mencemooh gerakan itu (berlutut) dan sepertinya mereka melakukannya karena dipengaruhi oleh orang dewasa," kata Gareth Southgate usai pertandingan tersebut.
"Semua orang tahu apa yang kami yakini dan apa yang kami perjuangkan. Saya mendengarnya masih di stadion kami juga. Itu sebabnya kami melakukannya dan terus mengambil sikap itu dan kami akan terus melakukannya sebagai sebuah tim," tegas Southgate.
Di laga ini Inggris memainkan formasi 3-4-3 dengan James Justin di posisi bek kiri dan Jarrod Bowen sebagai winger kanan. Keduanya melakoni partai debut untuk Inggris.
Inggris kebobolan di menit ke-64 ketika Reece James, yang baru masuk menggantikan Trent Alexander Arnold, melanggar Zsolt Nagy dalam duel di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih dan Dominik Szoboszlai dengan dingin menempatkan bola ke pojok kiri yang tak bisa dijangkau kiper Jordan Pickford.
Hungaria memuncaki klasemen UEFA Nations League Grup A3 dengan tiga poin. Sementara Inggris di posisi terbawah dengan nirpoin.
Selanjutnya Inggris akan menghadapi Jerman dan Italia. Empat juara grup di Liga A akan lolos ke empat besar pada Juni tahun depan, sedangkan tim peringkat keempat akan turun ke Liga B. Pemenang grup di liga yang lebih rendah mendapatkan promosi.
“Saya pikir panas adalah faktornya (kekalahan dari Hungaria). Banyak pemain harus diganti, itu sebabnya kami mencoba menyegarkan tim sedikit lebih awal dari biasanya.
“Kami sangat kecewa karena kami ingin terus memenangkan pertandingan dan jika kami ingin menjadi tim yang berada tepat di puncak sepakbola dunia maka kami harus datang ke sini dan menang,” tegasnya.
Ini jadi kekalahan pertama kalinya bagi Inggris sejak tahun 1962 dan rekor sembilan pertandingan tak terkalahkan putus yang dimulai setelah mereka kalah di final Kejuaraan Eropa dari Italia Juli lalu.
Hungaria sendiri sudah menunjukkan potensinya dengan bermain imbang dengan juara Piala Dunia Prancis dan Jerman di Piala Eropa tahun lalu meski tim yang ditangani pelatih Marco Rossi tidak lolos ke Piala Dunia 2022.
"Kami telah berkembang pesat dalam hal bagaimana kami bermain dalam penguasaan bola," kata kapten Hungaria dám Szalai.
"Di babak pertama kami menjaga penguasaan bola dengan baik. Di babak kedua, kami mendominasi hingga tercipta gol, yang luar biasa. Kami membuktikan di Euro 2020 apa yang mampu kami lakukan melawan yang terbaik, dan kami telah menunjukkan ini lagi," ujar Szalai.
Editor: Aspian Nur