Pada laga itu diketahui pasukan Stefano Pioli mengalahkan Sassuolo 3-0 digiornata terakhir sekaligus mengalahkan rival sekota Inter Milan untuk merebut gelar liga dengan selisih dua poin.
Striker Swedia berusia 40 tahun itu memimpin perayaan liar setelah kemenangan mereka. Dalam video yang dirilis di halaman Twitter resmi klub kepada 8,3 juta pengikutnya Ibra memberikan testimoni dengan penuh perasaan dan meminta semua orang masuk ke kamar ganti.
“Teman-teman, tetap tenang, saya tidak akan mengucapkan selamat tinggal,” ujarnya dengan nada canda.
“Sejak hari pertama ketika saya tiba - kemudian pemain yang lain datang, sangat sedikit yang percaya pada kita. Tetapi kita mengerti semua perlu berkorban, menderita, percaya dan bekerja. Ketika ini terjadi, kita menjadi sebuah tim,” papar Ibra.
“Dan ketika kita menjadi sebuah tim, kita dapat mencapai hal-hal yang diinginkan. Sekarang kita adalah juara Italia. Pertama-tama, saya ingin berterima kasih kepada semua pemain. Saya sekarang berbicara atas nama seluruh tim, kami juga ingin berterima kasih kepada (direktur teknis) Paolo (Maldini), (direktur sepak bola) Ricky (Massara) dan (CEO) Ivan (Gazidis). Itu tidak mudah tetapi kita memiliki grup yang nyata musim ini,” tegasnya.
“Pada awal kampanye liga, tidak ada yang percaya pada kita, tetapi melalui prinsip-prinsip ini, kita menjadi lebih kuat. Saya sangat bangga dengan kalian semua. Sekarang bantu saya, rayakan seperti juara karena bukan Milan milik AC Milan, tapi Italia milik AC Milan!,” ucap Ibra dengan nada tinggi sambal membalik meja, memicu perayaan meriah di antara rekan satu timnya yang berteriak-teriak menyanyikan “Campiones, campiones, olé, olé, olé!,”
Suasana kamar ganti pun meriah dengan semburan sampanye dan suasana kegembiraan. AC Milan meraih scudetto setelah 11 tahun menunggu cukup lama, terakhir mereka juara musim 2010-2011 silam. Gelar tahun ini jadi yang ke-19 bagi mereka selama berkiprah di Serie A.
Editor: Aspian Nur