Yang membedakan keduanya, Salah mencetak gol dengan delapan diantaranya dari titik putih alias eksekusi penalty sementara Son murni mencetak gol dari aksi-aksi terbaiknya.
Rasa bangga dirasakan Son usai mendapatkan penghargaan Golden Boot alias Sepatu Emas, penghargaan yang sama yang juga didapatkan Salah.
Pemain Korea Selatan itu mencetak dua gol dalam kemenangan 5-0 Spurs atas Norwich sementara Salah mencetak satu gol saat The Reds mengalahkan Wolverhampton 3-1.
Kebanggaan lain Son adalah dirinya ikut mengantarkan Tottenham lolos ke Liga Champions musim depan.
“Luar biasa mendapatkan penghargaan ini. Saya tidak percaya. Aku benar-benar emosional. Saya memimpikannya sebagai seorang pemain. Secara harfiah itu ada di tangan saya. Saya tidak bisa mempercayainya,” kata Son usai pertandingan Minggu (22/5/2022) tengah malam tadi dilansir Dailymail.co.uk Senin (23/5/2022) pagi ini.
“Saya sempat frustrasi karena melewatkan peluang besar. Saya memberi tahu para pemain saya melewatkan peluang termudah tapi bisa mencetak gol yang paling sulit," tambahnya. Tim banyak membantu saya di babak pertama. Mereka ingin membantu saya. Musim ini adalah pelajaran yang luar biasa. Musim depan kami bisa menantikan Liga Champions. Kami berhak berada di sana,” tegasnya.
Menurut Son, sang pelatih Antonio Conte memberi tim banyak hal berbeda. “Sebelum dia datang ke sini, tidak ada yang percaya kami akan mencapai Liga Champions,” ungkapnya.
Antonio Conte sendiri memuji timnya setelah mereka mencapai tujuan yang diinginkan. “Ini pencapaian yang luar biasa baginya. Saya pikir Sonny merasakan sedikit tekanan untuk mencapai prestasi itu tetapi kami sangat senang untuknya,” kata Conte.
Dua target berhasil dipenuhi Spurs pada pertandingan terakhir tersebut. “Yang pertama adalah masuk ke Liga Champions dan kedua membantu Sonny menjadi pencetak gol terbanyak dan kami sangat senang keduanya terwujud,” pungkas pria asal Italia itu.
Editor: Aspian Nur