Berimbang di babak pertama, tuan rumah tertinggal 0-1 lewat gol The Lily Whites yang dicetak Son Heung-min menit 56. Beruntung Luis Diaz berhasil membalas lewat golnya menit 74 dan skor 1-1 bertahan sampai bubaran.
Poin Liverpool sama dengan City, 83, hanya berselisih produktivitas gol dimana Liverpool mencetak 64 gol sementara The Citizens 63 gol. Potensi tergusur dari puncak klasemen rawan dirasakan Liverpool karena City akan bertanding melawan Newcastle United malam nanti.
Hanya saja City diiringi hasil buruk karena baru saja tersingkir dari semi final Liga Champions atas Real Madrid, hal mana yang bisa berpengaruh pada psikologi anak asuh Josep Guardiola. Kalau City bisa menang di Etihad, mereka akan unggul tiga poin dengan tiga pertandingan tersisa.
"Ini adalah poin penting karena satu poin lebih banyak dari sebelumnya," tegas Klopp tentang hasil melawan Spurs.
“Ini adalah batu kecil pertama yang dilemparkan ke arah kami tapi kami akan berhenti berjuang di setiap pertandingan,” tegasnya.
Sementara Spurs yang ditangani Antonio Conte dan berada di posisi lima klasemen mengantongi 62 poin, menjaga persaingan menuju Liga Champions dengan Arsenal di urutan keempat dengan 63 angka.
Pada laga lain, Manchester United menutup peluang mereka berlaga di Liga Champions setelah secara tak terduga dipermalukan Brighton Hove Albion 4-0 di Falmer Stadium. Empat gol tuan rumah dicetak Moises Caicedo menit 15, Mark Cucurella menit 49, Pascal Grob menit 57 dan Leandro Trossard menit 60.
Menyisakan satu pertandingan dan masih berada diurutan 6, Setan Merah dengan 58 poin tak mungkin melewati poin Tottenham dan Arsenal yang ada di atas mereka. Setelah kekalahan 1-4 dari Watford November 2021 lalu, ini adalah kekalahan dengan gol besar kedua dan lebih buruk bagi Cristiano Ronaldo dkk.
Pelatih United Ralf Rangnick menegaskan ini adalah kekalahan terburuk kedua dalam karir kepelatihannya
"Penting untuk meminta maaf kepada para pendukung kami. Mereka datang jauh-jauh dari Manchester dan kami tidak cukup bagus. Ini tidak hanya buruk tapi sangat buruk,” ujar pria asal Jerman itu.
“Kami tidak cukup baik dalam bertahan dan tidak menciptakan peluang yang cukup. Jika anda memainkan tim yang bagus dan tidak bertahan dengan baik, inilah hasilnya. Itu adalah kekalahan yang memalukan dan kekalahan tertinggi kedua dalam karir saya sebagai pelatih,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur