Sang kapten terpeleset yang membuat Demba Ba tinggal berhadapan dengan kiper lawan dan mencetak gol. Menyakitkan karena saat itu sebenarnya Liverpool berada di puncak klasemen Liga Inggris dan unggul lima poin atas Chelsea.
Setelah pertandingan, Liverpool pun hanya berselisih dua poin dengan Chelsea. Pada akhir musim, justru Manchester City yang menjadi juara Liga Inggris musim 2013/2014. Tak disangka, momen memalukan itu terulang di tanggal yang sama tapi di liga yang berbeda, yaitu Serie A Italia.
Pada pertandingan Kamis (28/4/2022) dini hari tadi atau tanggal 27 April malam waktu Italia, Inter Milan yang sedang berburu scudetto dengan rival sekota AC Milan justru tersandung, kalah 2-1 dari Bologna di markas lawan, Estadion Renato Dall’Ara, padahal Nerazzurri memerlukan tambahan poin untuk menggusur AC Milan atau setidaknya bisa selisih poin tidak terlalu jauh, dimana Milan mengemas 74 poin dan Inter 72.
Sayangnya, margin itu tak berubah karena Inter yang lebih dulu unggul 0-1 lewat gol Lautaro Martinez menit 3 justru berbalik tumbang lewat gol Marko Arnautovic dan Nicola Sansone menit 28 dan 81.
Ionut Radu dipasang pelatih Inter Simone Inzaghi karena Samir Handanovic sebagai kiper utama mengalami cedera dan melawan Bologna jadi laga perdana Radu sebagai starting eleven di Inter Milan.
Apa daya, Radu melakukan blunder fatal untuk gol kedua tuan rumah karena salah antisipasi bola lemparan ke dalam. Bola yang akan ditendangnya lepas membuat Sansone leluasa mencetak gol ke gawang yang kosong.
Kesalahan yang akan dikenang Radu seumur hidupnya karena terjadi dimomen genting dimana mereka akhirnya kehilangan kesempatan untuk memuncaki klasemen Seri A. Pertandingan ini sendiri sedianya berlangsung Januari 2022 lalu tetapi ditunda setelah banyak kasus Covid -19 ditemukan di skuad Bologna.
Kekalahan ini jadi yang pertama bagi Inter dalam 12 pertandingan di semua kompetisi, membuat mereka mengumpulkan 72 poin dari 34 pertandingan, dua poin di belakang pemimpin klasemen Milan. Bologna tetap di urutan 13 dengan 42 poin.
Usai laga, Radu tidak bisa menahan tangis karena blunder yang dibuatnya. Rekan-rekannya coba menghampiri, juga ada aksi Denzel Dumfries yang coba menutup kamera yang coba menyorot tangis Radu.
"Ada kepahitan, itu normal," kata Inzaghi kepada DAZN. “Sekarang kami tidak lagi menguasai takdir kami, kami harus melihat apa yang akan dilakukan Milan dan memenangkan semua pertandingan kami,” tegasnya.
"Radu bermain melawan Empoli (Januari) dan selalu berlatih dengan cara terbaik. Jika penyerang atau bek salah, kami jarang membicarakannya. Itu adalah cedera (untuk Handanovic) dan cedera harus selalu dipertimbangkan. Dia (Radu) harus yakin dia penjaga gawang yang luar biasa," bela Inzaghi.
Editor: Aspian Nur