Sejatinya hattrik kekalahan yang dialami Los Cules tidak dengan selisih gol banyak, hanya satu, tapi sudah cukup untuk menurunkan keangkeran stadion kebanggaan mereka.
Diawali kekalahan dari Eintracht Frankfurt 2-3 di Europa League, berlanjut dipermalukan Cadiz 0-1 di LaLiga Primera, kekalahan dengan skor yang sama dirasakan saat menjamu Rayo 0-1 pada giornata ke-33.
Baru tujuh menit Barca sudah kebobolan oleh Alvaro Garcia. Sudah pun mendominasi permainan karena ingin mengejar ketertinggalan, nyatanya hingga bubaran skor tidak berubah.
Barcelona masih bertahan di posisi dua dengan 63 poin, sama dengan Sevilla di urutan ketiga. Sementara Rayo naik ke peringkat 11 dengan 40 poin.
Kekalahan Barca berdampak positif pada rival abadi mereka, Real Madrid. Kini Los Rojiblancos yang sudah mengemas 78 poin hanya memerlukan satu angka tambahan untuk meraih gelar juara dan itu dimungkinkan didapatkan saat menghadapi Espanyol akhir pekan nanti di markas lawan. Tambahan satu poin sudah tak mungkin dikejar lagi oleh Barca.
“Kami seharusnya pantas mendapatkan lebih,” kata Xavi usai pertandingan dilansir dari Reuters. “Memang benar di babak pertama kami bukan diri kami sendiri, tetapi di babak kedua kami meningkat. Bola tidak mau masuk. Ini sangat mirip dengan pertandingan melawan Cádiz. Tim lain bermain untuk hidup mereka dan kami harus mengimbangi keinginan lawan kami,” paparnya.
Itu adalah pertandingan lain dimana Barcelona mulai kebobolan dengan buruk setelah tujuh menit. "Ada pertandingan yang menjadi rumit karena kami tidak memulai seperti yang seharusnya," sebut Xavi lagi.
"Saya datang pada bulan November 2021 dan kami berada di urutan kesembilan, itu perlu dicatat," Xavi mengingatkan posisi Barca sebelum dirinya datang.
Barcelona masih enam poin untuk masuk zona Liga Champions dengan lima pertandingan tersisa.
Editor: Aspian Nur