Fans tersebut lewat sebuah email yang dikirim ke agen Maguire, mengancam akan meledakkan tiga buah bom yang ditanam di rumah Maguire dalam waktu 72 jam kalau si pemain tidak mau hengkang dari United.
Ancaman via email dari fans yang disebut pengecut itu membuat Maguire yang juga kapten United harus mengungsi bersama keluarganya ke rumah rekan setimnya.
Pemain 29 itu sendiri berada di tempat latihan Carrington Road ketika pesan mengerikan itu disampaikan dua hari lalu, sehari setelah United kalah 4-0 dari Liverpool.
Maguire langsung bergegas pulang mendatangi tunangannya Fern Hawkins, dan dua putri mereka. Polisi bersenjata dan anjing pelacak kemudian menggeledah rumah keluarga Maguire di Cheshire, Inggris, senilai £4 juta atau setara dengan Rp74 miliar tersebut.
Hanya saja penggeledahan polisi tak menemukan hasil. “Ini ditanggapi dengan sangat serius. Harry dan rekan satu timnya secara teratur menerima ancaman pembunuhan di media sosial tetapi ini berbeda. Email itu mengatakan tiga bom telah ditanam di rumahnya,” ujar seorang sumber dilansir dari laman Thesun Sabtu (23/4/2022) hari ini.
"Dia punya waktu 72 jam untuk meninggalkan United atau rumah mereka akan diledakkan. Itu ancaman yang penuh dengan kebencian dan pelecehan," ujar sumber itu.
United berada dalam performa yang buruk bersama Maguire. Pemain yang dibayar £190,000 atau Rp3,5 miliar per pekan itu dicemooh di lapangan dan di media sosial. Beberapa pesan online memintanya untuk keluar dari klub.
Karena ancaman yang didapatkan itu, Maguire diperkirakan tidak akan tampil saat United menghadapi Arsenal pada pertandingan Liga Inggris malam nanti.
Editor: Aspian Nur