Menyisakan empat pertandingan, belum ada negara yang benar-benar pasti lolos dari Grup A ini sehingga persaingan bakal sangat ketat diantara empat negara teratas. Karena itulah Didier Deschamps menegaskan kemenangan jadi harga mati bagi timnya terlebih selanjutnya mereka akan menghadapi Bulgaria tiga hari ke depan. “Kami masih memiliki empat laga, 12 poin untuk diperjuangkan dan kami akan berjuang keras untuk mencapai target itu,” kata Deschamps. “Laga menghadapi Belanda selalu jadi laga penting. Sekarang itu akan menjadi jauh lebih penting,” tegasnya.
Pada putaran pertama Oktober lalu, Tim Ayam Jantan berhasil menumbangkan Belanda di Amsterdam dengan skor 0-1. Kemenangan itu membuat Prancis percaya diri di laga kedua ini. Deschamps menyiapkan Kyllan Mbappe di barisan depan dibantu Antoino Griezmann atau Olivier Giroud, sementara lini tengah ada Paul Pogba dan N’Golo Kante. Bek Real Madrid Raphael Varane jadi tembok untuk kiper Hugo Lloris.
Di kubu tim tamu, ini ujian berat bagi pelatih Dick Advocaat. Setelah menggantikan posisi Danny Blind di kursi manajer tim, tugas bagi Advocaat menjaga konsistensi Belanda yang menang di laga terakhir mereka dengan skor 5-0 kontra Luksemburg. Pemanggilan kembali striker Robin van Persie setelah dua tahun absen dari timna dan gelandang Ryan Babel yang terakhir membela Belanda enam tahun silam membuktikan bagaimana tim tamu memerlukan pemain berpengalaman untuk mengangkat performa.
“Kami tak boleh lengah, ini pertandingan yang semakin menentukan langkah kami ke Rusia. Hasil imbang sudah bagus tapi kami tentu mengejar kemenangan, setidaknya jangan sampai pulang tanpa angka,” tegas Advocaaat. (lbc)