Sempat memimpin lewat penalti Burak Yilmaz, Lille kena comeback tim tamu lewat gol Christian Pulisic dan Cesar Azpilicueta.
Kemenangan ini setidaknya jadi penghibur bagi The Blues yang dilanda banyak masalah setelah sang pemilik Roman Abramovich kena sanksi imbas serangan Rusia ke Ukraina.
Satu dari beberapa sanksi tersebut adalah tidak diperbolehkannya penonton hadir di Stamford Bridge, markas Chelsea.
Ketika ditanya tentang prospek bermain tanpa penggemar, pelatih Chelsea Thomas Tuchel menjawab dengan nada marah. “Terima kasih telah merusak malam saya. Aku sedang dalam suasana hati yang baik, bisakah kita membicarakannya ketika sudah dikonfirmasi?,” ujar Tuchel dilansir dari Dailymail.co.uk usai pertandingan pagi tadi.
“Saya senang kami berada di delapan besar. Ada banyak hal yang harus diatasi, jadi saya sangat senang dan bangga,” paparnya.
Di laga lain, wakil Serie A Italia Juventus harus terhenti di 16 Besar setelah dipermalukan tim tamu asal Spanyol, Sevila, dengan skor telak 0-3 di Allianz Stadium dengan total 1-4 karena kedua tim bermain imbang 1-1 pada laga pertama.
Pelanggaran bek Juve Daniele Rugani berbuah penalti pada menit ke-75 dan Gerard Moreno tak menyia-nyiakannya. Pau Torres menggandakannya dari situasi sepak pojok pada menit ke-85, lalu penalti Arnaut Danjuma pada menit ke-92 memastikan Villarreal menang 3-0.
Pelatih Juventus Massimiliano Allegri marah dengan hasil ini dan musim yang mengecewakan.
Bianconeri yang paling sukses di kompetisi domestic juga tidak menikmati musim yang paling berbuah di dalam negeri. Mereka berada di urutan keempat dalam klasemen, tujuh poin di belakang pemuncak klasemen AC Milan.
“Saya tahu bahwa orang-orang akan berbicara tentang kegagalan jika tereliminasi, tetapi itu adalah ketidakjujuran intelektual,” kata Allegri dengan nada marah.
“Kami kecewa dan harus meningkatkan performa tim. Kami harus realistis. Ada 10 tim di Eropa yang lebih unggul dari Juventus. Tidak perlu malu, itu fakta. Saya setuju kami harus lolos hari ini, tetapi itu tidak mudah. Percuma berbicara sekarang, kami harus tetap tenang, fokus pada liga dan Coppa Italia untuk melihat apakah kami bisa meraih trofi di kandang," paparnya.
Villarreal sendiri ke perempat final kompetisi ini untuk pertama kalinya sejak 2008-09. Manajer tim Unai Emery juga telah lolos dari babak sistem gugur Liga Champions untuk pertama kalinya, setelah sebelumnya tersingkir di babak 16 besar bersama Valencia pada 2010-11 dan Paris St Germain pada 2016 -17 dan 2017-18. “Kami memiliki rencana permainan,” kata Emery. “Siapa pun yang kami hadapi di laga selanjutnya kami harus bermain seperti saat mengalahkan Juventus,” tegasnya
Editor: Aspian Nur