Seperti diketahui, taipan asal Rusia itu sudah menjadi nakhoda di Stamford Bridge selama nyaris 20 tahun dan bukan rahasia lagi kalau Abramovich merupakan satu dari beberapa orang yang sukses mengantarkan Presiden Vladimir Putin jadi Presiden Rusia, presiden yang mengeluarkan instruksi untuk menyerang Ukraina.
Abramovich sendiri dilarang untuk menginjakkan kaki di Inggris setelah pemerintah setempat mencekal hak kepemilikan Visa kepada sosok yang membeli Chelsea pada 2003 itu.
"Selama kepemilikan saya atas Chelsea FC yang nyaris berusia 20 tahun, saya selalu memandang peran saya sebagai penjaga Klub, yang bertugas memastikan kami bisa sesukses mungkin hari ini, juga turut membangun untuk masa depan, sembari mengambil peran positif di masyarakat," jelas Abramovich dalam pernyataan yang dirilis laman resmi Chelsea.
"Saya selalu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kebaikan klub. Saya mempertahankan komitmen atas nilai ini. Untuk itulah mengapa hari ini saya menyerahkan kepengurusan dan perawatan Chelsea FC kepada wali amanat yayasan amal Chelsea," ujarnya.
"Saya meyakini saat ini mereka berada dalam posisi terbaik untuk menjaga kepentingan Klub, para pemain, staf, dan fans," pungkasnya.
Pebisnis 55 tahun itu pertama memasuki kancah sepakbola Inggris pada 2003, ketika ia mengakuisisi Chelsea dari pemilik sebelumnya, Ken Bates.
Dibawah kepengurusannya, tim yang saat ini ditangani pelatih Thomas Tuchel menjelma menjadi salah satu klub elite di Liga Primer Inggris dan di Eropa, menjuarai lima gelar liga dan dua kali mengangkat trofi Liga Champions UEFA.
Senin (28/2/2022) dini hari nanti Chelse akan bertanding menghadapi Liverpool pada laga final EFL Cup atau Piala Liga alias Carabao Cup.
Ditengarai, langkah Roman Abramovich mengundurkan diri untuk sementara waktu adalah agar Chelsea tidak kena imbas sanksi yang bisa menimpa klub kapan saja, atas alasan apapun, menyusul ketegangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.
Ada beberapa nama yang bakal menjadi pengganti Abramovich di Chelsea, diantaranya Bruce Buck (ketua klub), John Devine (kepala tim olahraga), Emma Hayes (manajer tim wanita), Piara Powar (kepala eksekutif), Paul Ramos (direktur keuangan) dan Sir Hugh Robertson (penyelenggara olahraga).
Editor: Aspian Nur