Ronaldo yang datang sebagai bagian dari skuat Setan Merah diberikan penilaian dengan poin 5 pada laga ini karena tampil tidak terlalu impresif sementara Elanga yang masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Marcus Rashford justru mendapat poin 75,5 karena selain mencetak gol juga bermain lugas.
Atletico sempat unggul duluan menit 7 lewat sundulan terbang Joao Felix namun berhasil disamakan Elanga menit 80 menorehkan golnya lewat sentuhan pertama saat berada di lapangan. Elanga menjadi pencetak gol termuda United di babak sistem gugur Liga Champions ini pada usia 19 tahun dan 302 hari.
Leg kedua akan berlangsung di Old Trafford pada 16 Maret mendatang. Tak ada aturan gol tandang, sehingga siapapun yang menang nanti berhak lolos ke perempatfinal.
Usai pertandingan, Elanga mengaku memimpikan momen mencetak gol di ajang ini. “Saya telah memimpikan momen seperti ini, mencetak gol di Liga Champions melawan tim papan atas seperti Atletico Madrid,” kata Elanga kepada BT Sport. "Setiap kali saya mendapat kesempatan untuk klub, saya hanya ingin membalas budi dari manajer," tegasnya.
Gol Elanga adalah tembakan tepat sasaran pertama yang dikerahkan United dalam pertandingan itu, penyelesaian yang apik ke sudut gawang setelah dilepaskan oleh Bruno Fernandes.
"Saya sudah mengatakan betapa tenang dan kerennya saya. Saya hanya ingin memberikan 150 persen setiap kali saya menginjakkan kaki di lapangan. Saya selalu mengatakan pada diri sendiri bahwa saya ingin menjadi pemain terbaik di lapangan," papar Elanga.
“Kami tidak memainkan sepakbola terbaik di babak pertama, tetapi dengan pergantian pemain yang kami lakukan di babak kedua, kami sedikit meningkat. (Manajer Ralf Rangnick) mengatakan kepada saya untuk membuat para bek takut dan ketika saya mendapat kesempatan saya ambil. Saya menginginkan hasil yang baik untuk para fans karena mereka telah melakukan perjalanan jauh. Semoga leg selanjutnya di Old Trafford akan lebih baik lagi," ucap Elanga lagi.
Sementara Rangnick senang menyaksikan penampilan Elanga. “Dia bermain seolah-olah itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan, itu adalah kegembiraan dan kesenangan untuk melihatnya bermain, saya berharap beberapa pemain lain akan mengambil dia sebagai contoh dan sebagai panutan,” kata pria asal Jerman itu.
Sementara di laga lain, Benfica yang menghadapi Ajax Amsterdam juga berakhir imbang 2-2 di Estadio Da Luz.
Tim tamu bisa memecah kebuntuan di menit ke-18 lewat sepakan Dusan Tadic. Tuan rumah bisa merespon pada menit ke-25. Umpan mendatar Jan Vertonghen dari sisi kiri kotak penalti salah diantisipasi oleh Sebastien Haller. Bola yang mengenai kaki Haller berbelok ke gawang sendiri.
Haller hanya butuh empat menit untuk menebus kesalahannya ini. Menyambut umpan silang dari sisi kiri, sontekan Haller bisa ditepis oleh Odisseas Vlachodimos. Bola muntah langsung kembali disambar Haller untuk bikin Ajax kembali memimpin 2-1.
Benfica kembali bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-72 babak kedua lewat sundulan Roman Yaremchuk.
Pada leg kedua giliran Ajax yang menjamu Benfica di Johan Cruyff pada 16 Maret mendatang.
Editor: Aspian Nur