Kematian Rayan pun mengundang simpati pesepakbola asal Maroko yang saat ini bermain untuk klub Al-Ittihad di Jeddah, Arab Saudi, Abderrazak Hamdallah.
Kesedihan yang dirasakan Hamdallah membuatnya tergerak untuk membantu orangtua Rayan dengan cara membangunkan rumah layak huni yang masih baru demi menghibur orangtua Rayan.
Hamdallah yang berusia 31 tahun dan sempat ditangani mantan pelatih timnas Inggris Sven-Goran Eriksson saat membela klub Liga Super China Guangzhou mengatakan kepada Dailymirror.co.uk hari ini kalau dirinya dan banyak orang didunia sedih dengan apa yang dialami Rayan.
“Kami telah melewati lima hari yang menyedihkan begitu mengetahui apa yang menimpa Rayan. Orang Maroko, semua orang Arab dan Muslim dan bahkan seluruh dunia terenggut dengan peristiwa yang dialami Rayan,” kata Hamdallah.
“Dengan penderitaan ini, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Rayan dan saya meminta Tuhan untuk memberi mereka kesabaran,” imbuhnya.
“Dan saya telah memutuskan, atas nama saya dan nama keluarga saya dan atas nama semua orang Maroko dan umar Muslim, untuk membantu dan memberikan sedikit kegembiraan bagi keluarga Rayan, orangtuanya dan saudara-saudaranya dan memberi mereka rumah yang lengkap. Kami memohon kepada Allah untuk menerima kami dan menjadikannya sebagai penyeimbang amal kebaikan seluruh umat Islam.Ini adalah bantuan dari saudara untuk Anda dan rahmat Tuhan," ujar pemain dengan posisi striker ini
Ibu Rayan Ouassima Kharchich sudah ikhlas dengan kepergian putranya. "Ini adalah kehendak Tuhan. Saya berterima kasih kepada semua yang sudah membantu," kata Ouassima.
Sementara ayah Rayan Khalid Awram mengucapkan terima kasih. “Banyak yang membantu anak saya dan kami, terima kasih," ucapnya.
Seorang pengguna media sosial mengatakan tentang gerakan Hamdallah, yang bermain dan mencetak gol saat Ittihad melawan Newcastle Januari 2022 lalu dalam laga persahabatan. “Ini membuat saya merasakan hal-hal yang tidak dapat saya gambarkan,” tulisnya.
"Saya mendengar orang-orang berteriak kegirangan setelah bocah itu ditemukan mengira dia masih hidup, tetapi kemudian kami mengetahui bahwa dia sudah tidakada . Saya tidak pernah merasa sesedih ini," ujar seorang netizen lainnya.
Seorang warga setempat bernama Bwa Sahraoui bahkan nekat menggali dengan tangan kosong selama lima hari dengan waktu istirahat seadanya demi menyelamatkan Rayan. Dia merasa senang ketika dedikasinya dibagikan secara online.
Paus Fransiskus memuji orang-orang Maroko karena bersatu untuk menyelamatkan bocah itu. "Orang-orang bersatu untuk menyelamatkan Rayan, mereka bekerja bersama untuk menyelamatkan seorang anak," kata paus selama pidatonya.
Editor: Aspian Nur