Di laga ini, kalau saja Sadio Mane mampu menuntaskan eksekusi penalty menit 8 dengan baik, skor akhir akan berbeda. Sepakan Mane ditepis kiper Mesir Mohamed Abougabal.
Terlepas dari itu, ini adalah kemenangan dengan rivalitas tinggi dari dua pemain di satu tim, Sadio Mane dan Mohamed Salah.
Ya keduanya adalah pemain Liverpool di Liga Inggris yang bahu membahu membawa klub mereka mengejar trofi juara di semua ajang sampai sejauh ini.
Salah adalah bagian dari tim Mesir yang menderita kekalahan menyakitkan dari Kamerun di Gabon pada ajang yang sama lima tahun lalu, sementara Mane dan Senegal kalah di final 2019 dari Aljazair.
Namun, Salah tidak boleh terlalu lama merasa iri pada Mane, karena kedua pemain tersebut diperkirakan akan tampil dalam pertandingan Liga Premier Liverpool melawan Leicester tengah pekan ini.
Ada momen lucu sesaat sebelum jeda, ketika wasit Victor Gomes dari Inggris menawarkan Salah kesempatan untuk memimpin pertandingan sesaat setelah kapten Mesir itu memprotes kartu kuning yang diberikan Gomes kepada Hamdi Fathi. Gomes meletakkan peluit, pena, dan kartu kuning di tangannya dan bertanya kepada Salah: "Apakah Anda ingin menjadi wasit?" Setelah ikon The Reds itu menolak Gomes berkata: "Kalau begitu pergilah."
Jurgen Klopp sebagai pelatih Liverpool memberikan komentar untuk dua anak asuhnya. “Mereka (Salah dan Mane) pejuang sejati,” kata Klopp dilansir dari laman Dailymirror.co.uk Senin (7/2/2022) hari ini. “Mereka selalu siap, mereka berdua tidak khawatir tentang hari libur. Saya tidak pernah mendengar mereka menanyakan hal itu (libur). Anda bisa membayangkan keduanya ingin bermain melawan Leicester, mencetak gol dan memenangkan pertandingan untuk Liverpool. Tapi itu beberapa hari lagi sampai kami harus membuat keputusan," kata Klopp.
Mane sendiri mendekati Salah usai laga dan menghiburnya karena Salah terlihat menangis setelah kegagalan negaranya juara. Wajar Salah menangis karena dirinya belum sempat mengambil penalty dimana jatah untuk itu akan dilakukan setelah Mane namun nyatanya Mesir sudah terlebih dahulu kalah.
Senegal sendiri diketahui memiliki pesepakbola luar biasa dalam beberapa tahun terakhir seperti seperti Demba Ba, Papa Bouba Diop dan El Hadji Diouf. Hanya saja mereka tidak pernah juara karena dua kali kalah di final 2002 dan 2019.
Kekalahan tahun 2002 sangat sulit diterima Senegal. Mereka kalah melalui adu penalti, dengan Aliou Cisse - manajer mereka saat ini - gagal mengeksekusi penalti terakhir. Maka, mungkin tepat bahwa dia adalah orang yang memimpin Senegal menuju kemenangan perdananya.
Cisse telah mendapat kecaman yang signifikan sejak ia diangkat sebagai manajer pada Maret 2015, namun statusnya sebagai legenda sepak bola Senegal kini mendapat tempat tertinggi.
Ini menjadi gelar juara pertama Senegal di Piala Afrika sejak debut mereka di turnamen ini pada 1965.
Editor: Aspian Nur