Manchester United semakin yakin untuk menunjuk Pochettino sebagai manajer permanen mereka musim panas ini karena pelatih asal Argentina itu dianggap sebagai kandidat nomor satu untuk menduduki kursi panas di Old Trafford.
Dilansir dari laman Dailymirror.co.uk Kamis (3/2/2022) hari ini, Rangnick sendiri akan menduduki jabatan konsultasi selama dua tahun di United, terlepas dari hasil apapun yang diraih United yang masih mengejar tiket ke Liga Champions dan Piala FA dan berharap bisa masuk empat besar di Liga Inggris.
Pochettino masuk dalam radar United selama beberapa tahun namun manajemen tim sendiri belum membuat perjanjian dengan PSG sampai sampai sekarang.
Setelah membangun reputasi yang kuat di Inggris saat melatih Southampton dan Tottenham, hal-hal tidak berjalan sesuai rencana untuk Pochettino di PSG yang sekarang siap untuk membiarkannya pergi.
Pelatih berusia 49 tahun itu mengambil alih posisi Thomas Tuchel pada Januari 2021 lalu dan meski unggul 11 poin di puncak Ligue 1 namun posisi pria asal Jerman itu ternyata tidak aman.
Kegagalan untuk memenangkan gelar Ligue 1 tahun 2021 lalu saat dikalahkan Lille dinilai jadi poin yang rendah, kenati Tuchel membuat PSG berada di posisi ketiga.
Pochettino memang mendapatkan trofi pertama dalam karir manajerialnya dengan mengangkat Trophée des Champions dan Coupe de France, tetapi itu hanyalah catatan kaki di musim untuk PSG, yang sejatinya ditarget menaklukkan Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Kemenangan impresif di Liga Champions atas Barcelona dan Bayern Munich namun tersingkir di semi final dari Manchester City jadi noda dalam karir Tuchel bersama PSG.
Jendela transfer musim panas ini meningkatkan ekspektasi lebih jauh dimana Lionel Messi mengikuti kedatangan Sergio Ramos, Gianluigi Donnarumma, Achraf Hakimi, Nuno Mendes dan Georginio Wijnaldum saat PSG terus berpose sebagai Harlem Globetrotters versi sepak bola.
Itulah sebabnya mengapa manajemen PSG tidak menjadikan gelar Ligue 1 sebagai jaminan suksesnya pelatih di Les Parisiens.
Messi hanya mencetak satu gol di kompetisi domestic sejauh ini dan sering kali merasa tak ada di posisi tepat sebagai pemain sisi kanan serangan tiga pemain – daripada peran playmaker bebas yang dia nikmati di Barcelona.
Pochettino bukan satu-satunya masalah di PSG, tetapi dia adalah orang yang paling cepat diselesaikan dari sudut pandang klub.
PSG mendekati manajer lain bulan lalu untuk mengukur minat mereka untuk mengambil alih dari Pochettino yang kian tersudut. Pochettino dan petinggi klubnya termasuk direktur olahraga Leonardo sering berkonflik.
Pochettino tidak tiba-tiba menjadi manajer yang buruk, tetapi semakin terbukti dia tidak cocok untuk PSG dalam hal hubungannya dengan para pemain dan mereka yang memegang posisi berpengaruh di klub, hal mana yang membuatnya bersiap untuk keluar dari Parc des Princes pada pertengahan musim untuk mengambil lowongan Old Trafford setelah pemecatan pelatih kepala Red Devils, Ole Gunnar Solskjaer.
Editor: Aspian Nur