Diketahui klub-klub Premier League secara efektif mengumumkan berakhirnya krisis keuangan yang mereka miliki saat Covid-19 mewabah tahun 2020 lalu.
Transfer pemain dari 20 tim papan di Negeri Ratu Elizabeth itu pada awal tahun 2022 ini berjumlah total £274 juta. Dilansir dari laman Thesun.co.uk Rabu (2/2/2022) hari ini, Deloitte sebagai jaringan penyedia jasa profesional multinasional bidang akuntansi dan keuangan menyebutkan belanja pemain sebesar £85 miliar atau setara dengan Rp 1.648 triliun yang dilakukan klub Newcastle United untuk memboyong Kieran Trippier, Chris Wood dan pemain asal Brasil Bruno Guimaraes mendongkrak bursa transfer di Inggris dimana The Toon jadi klub dengan pengeluaran tertinggi sejak diambil alih pengusaha asal Arab Saudi pada Januari ini.
Angka £85 miliar dari Newcastle United langsung menempatkan bursa transfer musim panas di Liga Inggris jadi tertinggi kedua setelah tahun 2018 silam dimana saat itu angka keseluruhan selama bursa transfer sebesar £340 juta atau setara dengan Rp6,595 rupiah dimana transfer bek Virgil van Dijk ke Liverpool, kedatangan penyerang Pierre-Emerick Aubameyang ke Arsenal dan bergabungnya gelandang Lucas Moura ke Tottenham Hotspurs jadi kunci utama.
Sebaliknya, klub papan atas di Jerman, Italia Spanyol dan Prancis “hanya” mengeluarkan £315 juta atau setara dengan Rp6.111 triliun di bulan Januari ini, yang itu berarti pengeluaran di Liga Inggris mencapai 48 persen dari total di lima liga utama tersebut.
Bahkan dengan mempertimbangkan penjualan, pengeluaran bersih Premier League sebesar £180 juta atau setara dengan Rp3.491 triliun yang masuk rekor di bulan Januari sejak diperkenalkannya jendela musim dingin pada tahun 2003 silam.
Itu berarti total pengeluaran di Liga Inggris musim 2021-22 adalah sekitar £1,4 miliar atau setara dengan Rp270 triliun, tertinggi ketiga dalam sejarah sepak bola Inggris.
Kondisi ini membuktikan kalau Liga Inggris sudah bangkit dari krisis Covid. Kembalinya penonton ke stadion dimana Tottenham dan Manchester United sama-sama memperoleh pendapatan hingga £6 juta, setara dengan Rp116.443 miliar dari setiap pertandingan kandang dan pendapatan dari kesepakatan siaran TV memungkinkan klub untuk pulih secara signifikan setelah membukukan kerugian besar melalui pandemi.
Tim papan bawah yang berjuang untuk bertahan di kasta tertinggi sepakbola Inggris menyumbang £150 juta poundsterling atau senilai Rp2.910 triliun demi mendatangkan pemain baru.
“Jendela transfer ini menunjukkan tekanan keuangan selama Covid-19 pada klub-klub Liga Premier berkurang, dengan pengeluaran yang kuat kembali ke tingkat pra-pandemi dan luar biasa diantara yang tertinggi yang pernah kami lihat di Januari,” kata Jones dari Deloitte.
“Liga Premier terus memimpin secara global, mempertahankan statusnya sebagai liga sepak bola domestik terbesar di dunia dalam hal keuangan, sekali lagi didukung oleh stadion penuh dan mengamankan kesepakatan siaran luar negeri yang kuat. Liga-liga besar Eropa lainnya juga beringsut kembali ke pengeluaran yang lebih tinggi, tetapi klub-klub Liga Premier yang telah mencatatkan total pembelanjaan terbesar di jendela transfer ini, menghabiskan hampir £150 juta lebih banyak daripada klub-klub Serie A, pesaing terdekat mereka,” pungkas Jones.
Editor: Aspian Nur