Zuhdi yakin kejurprov ini bakal memunculkan generasi baru petinju Benua Etam karena jadi kesempatan bagi Pertina Kaltim melakukan seleksi kepada atlet yang akan dipersiapkan menuju PON XXI tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara.
“Tiga tahun lalu ada PON, mudahan dari ajang ini bisa mendapatkan petinju terbaik dan sebelumnya berlaga di Porprov di Berau," harap Zuhdi.
Ismail Bolong (IB) sebagai Ketua Pertina Kaltim menurut Zuhdi diyakini mampu mengembalikan kejayaan tinju di Kaltim.
"Pertina dengan kekuatannya, Insya Allah bisa membuat tinju Kaltim," tegasnya.
Sementara IB mengatakan kejurprov ini bukan satu-satunya karena setiap tahun Pertina Kaltim akan menggelar kejuaraan tinju untuk mendorong kualitas atlet Benua Etam.
"Bulan Mei 2022 mendatang ada kejurprov tinju senior. Setiap tahun saya harus adakan kejuaraan untuk mencari bibit-bibit potensial yang ada di Kaltim dan persiapan untuk seleksi ke PON," tegas IB
Target Pertina Kaltim disebutkan IB adalah juara umum Pra-PON dan PON Aceh-Sumut karena dirinya melihat persaingan tinju di Indonesia tentunya lebih kuat sehingga harus ada persiapan sejak dini. "Target di kualifikasi PON juara umum. Provinsi yang kami waspadai Jawa Barat karena selalu juara umum. Mulai sekarang kami harus persiapkan petinju Kaltim untuk juara umum di PON mengalahkan Jawa Barat,” paparnya.
Bukan tanpa alasan IB mematok target juara umum tersebut. Keberadaan Pino Bahari jadi alasan utama. Mantan peraih emas di Asian Games ini dipercaya bisa melakukan hal itu.
Ditemui terpisah, Pino Bahari melihat kekuatan Kaltim saat ini memang sebagian besar masih mengandalkan petinju dari luar daerah. Begitu juga dalam pelaksanaan seleksi nanti, Pertina juga mendatangkan beberapa atlet asal luar Kaltim yang diharapkan akan masuk dalam tim yang akan dibentuk nanti.
Selasa (25/1/2022) besok seleksi akan digelar dan petinju luar yang mengikuti seleksi akan berhadapan dengan atlet dari kabupaten dan kota yang sudah dipersiapkan. "Setelah itu baru saya menilai bagaimana kekuatan penuh dari Kaltim," sebut Pino.
Penulis: */Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur