Berimbang tanpa gol di babak pertama, Los Cholchoneros berhasil unggul lebih dulu setelah bek Bilbao Unai Simon melakukan gol bunuh diri mneit 62. Namun Bilbao comeback usai mencetak dua gol dalam rentang empat menit dari Yeray Alvarez menit 77 dan Nico Williams menit 81.
Atletico menyudahi permainan dengan 10 orang setelah Jose Gimenez dikartu merah di injury time. Bilbao memastikan kemenangannya dan akan berhadapan dengan Real Madrid dalam laga final Piala Super Spanyol Senin (17/1) dinihari nanti.
"Ada hal-hal yang tidak bisa disembunyikan. Kami tidak bisa bertahan dengan baik dan saya harus memberi selamat kepada lawan yang bermain lebih baik,” ujar Dieo Simeone, pelatih Atletico Madrid usai pertandingan dilansir dari Marca.com.
“Kami percaya pada pekerjaan yang kami lakukan tapi kami tidak memiliki agresivitas yang diperlukan. Kami kalah dari sebuah set piece dan itu membuat saya kecewa,” imbuhnya.
Sementara pelatih Bilbao Marcelino García Toral merasa senang dengan kerja keras anak asuhnya. “Saya bangga memimpin tim ini. Mereka mampu bersaing dengan rival mana pun. Kami memainkan permainan yang cukup lengkap sejak awal. Kami tidak memiliki terlalu banyak tekanan. Kami menguasai permainan," tegasnya.
Mengenai laga melawan Real Madrid, secara terbuka Marcelino mengakui dirinya sudah tak sabar. "Saya mengagumi Carlo Ancelotti sebagai pribadi dan sebagai seorang profesional. Sejauh ini mereka adalah tim terbaik karena punya Karim Benzema dan Vinicius tapi kami tidak gentar menghadapi mereka,” tegasnya.
Ini merupakan final keempat dalam dua belas bulan bagi Bilbao. “Saya sudah berada di Athletic selama satu tahun dan saya kembali untuk memainkan final lainnya, yang keempat. Ini sangat berharga. Kami telah mengalahkan tim inti Atletico dan kami akan melihat apa yang terjadi saat melawan Madrid,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur