Madrid membuka skor lebih dulu di menit ke-25 melalui gol Vinicius Junior, disamakan Barcelona via gol Luuk de Jong tiga menit berselang.
Anak asuh Carlo Ancelotti mencetak gol kedua menit ke-71 dari sepakan Karim Benzema namun kembali disamakan tim yang ditangani Xavi Hernandez lewat gol Ansu Fati di menit ke-84. Diperlukan extra time untuk memastikan pemenang setelah skor 2-2 bertahan sampai waktu normal dan menit ke-97 Federico Valverde memastikan kemenangan Madrid dan mengantarkan mereka ke final menunggu pemenang antara Atletic.
Hasil ini mengantarkan Madrid ke final Piala Super Spanyol 2022. Toni Kroos dkk menantikan pemenang antara Atletico Madrid kontra Athletic Bilbao yang bertanding dini hari nanti.
Opta mencatat, tim asal ibukota Spanyol itu hanya berjarak dua kemenangan lagi dari rekor tujuh kali menang beruntun atas Barcelona yang terjadi di musim 1962-1965 atau 57 tahun silam.
“Hari ini adalah hari untuk memiliki moral yang tinggi meskipun pada akhirnya kami kalah. Transisi Madrid adalah kekalahan kami padahal kami lebih unggul dari Real Madrid dalam banyak hal," ujar Xavi usai pertandingan dikutip dari Marca.com. “Tapi kami bisa bangga dengan permainan yang kami mainkan. Mereka telah mengambil keuntungan dari kami. Kami pergi dengan bangga, tetapi tentu saja sedih tentang hasil yang sangat buruk untuk kekalahan ini. Saya yakin Madrid juga memiliki perasaan kami lolos ke final," tegasnya.
Real Madrid juga menorehkan pencapaian spesial karena Los Merengues kini sudah mengumpulkan 100 kemenangan atas Barcelona di El Clasico dan mengemas 415 gol.
Mereka memperpanjang dominasi kemenangan atas Barcelona dalam dua tahun terakhir, menyapu bersih kemenangan dalam lima pertemuan beruntun kontra Blaugrana sejak Maret 2020. Jumlah kemenangan tersebut adalah yang terbanyak dilakukan Madrid dalam El Clasico di era modern saat ini.
“Pertandingan yang sangat ketat. Kami sangat efektif di awal dan dalam serangan balik. Kami kebobolan karena kelelahan. Serangan balik mereka sangat efektif. Barcelona bermain bagus dan sangat seimbang. Mereka membuat kami bermasalah di lini tengah, sesuatu yang biasanya tidak mereka lakukan," ungkap Carlo Ancelotti, arsitek Madrid.
Namun Don Carlo tak setuju dengan pernyataan Xavi kalau Barcelona lebih unggul dari Madrid. “Saya tidak setuju. Pertandingan yang seimbang. Kami kebobolan gol di babak pertama karena nasib buruk. Babak kedua lebih seimbang. Tidak ada yang mendominasi. Kami turun untuk menggunakan serangan balik. Tiga gol itu spektakuler,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur