Piala Super Spanyol atau Copa del Rey ini sejatinya digelar setiap bulan Agustus yang mempertemukan juara LaLiga dan juara Copa del Rey pada musim sebelumnya. Namun dalam tiga musim terakhir, formatnya berubah. Selain diikuti empat tim (juara dan runner-up LaLiga serta juara dan runner-up Copa del Rey), kompetisi ini pun berlangsung pada Januari dan digelar di Arab Saudi karena federasi sepakbola Spanyol terikat kontrak 10 tahun dengan negara kaya raya tersebut hingga tahun 2029 dengan kompensasi bayaran triliunan rupiah. Tahun ini akan menjadi Piala Super Spanyol edisi ke-38.
Los Blancos tentu saja lebih diunggulkan di laga ini mengingat mereka calon juara kompetisi domestic, bercokol di puncak klasemen LaLiga, sementara Los Azulgranas posisi keenam klasemen.
Meski begitu, pelatih Barca Xavi Hernandez menegaskan timnya siap untuk bertarung demi satu tiket ke final ajang ini.
"Barcelona terus berkembang dan membangun kekuatan sementara Real Madrid dalam kondisi yang tidak perlu diragukan, tapi kami sama sekali tidak gentar,” tegas mantan pemain Barcelona yang bakal melakoni debut El Clasico di pertandingan ini dilansir dari Marca.com Rabu (12/1/2022).
"Kami sudah menghadapi mereka dan tahu bagaimana permainan mereka. Mereka saat ini adalah tim dengan performa terbaik di Spanyol," tutur mantan pelatih Al Sadd ini.
Sementara Real Madrid merasakan laga ini layaknya final. "Madrid mungkin tampil lebih baik daripada Barcelona di LaLiga, tetapi faktanya apa pun bisa terjadi di El Clasico. Laga nanti ibarat final," ujar gelandang Toni Kroos.
Pelatih Madrid Carlo Ancelotti meminta anak asuhnya untuk tidak melihat table klasemen LaLiga. “Saya khawatir jika para pemain berpikir kami adalah favorit, tetapi mereka tidak. Kami harus memberikan segalanya untuk menang,” tegas Don Carlo.
Editor: Aspian Nur