Anak asuh Ralf Rangnick tampil dalam performa menurun. Sementara tuan rumah sejatinya tampil dengan penuh misteri di pertandingan ini karena setiap menghadapi United tak pernah menang sehingga satu poin yang mereka dapatkan memecah misteri itu setelah sekian lamanya.
Sebelum pertandingan, tuan rumah dipandang remeh karena berada di zona degradasi padahal mereka sudah disokong petro dollar asal Saudi dan diharapkan bisa menyelamatkan diri pada Januari 2022 mendatang jika tak ingin turun ke kasta kedua.
Newcastle unggul lebih dulu lewat gol Allan Saint-Maximin tujuh menit laga berjalan dan baru bisa disamakan United lewat sepakan striker Edinson Cavani dibabak kedua menit 71.
Hasil ini membuat United tak bergerak dari posisi ketujuh klasemen dengan 28 poin sedangkan Newcastle juga tertahan di urutan ke-19 dengan 11 angka.
“Saya tidak menyukai penampilan tim hari ini dan kami tidak mengontrol permainan kecuali beberapa saat. Ini semua tentang energi, fisik dan siapa yang memenangkan bola kedua. Di semua area itu kami tidak dalam kondisi terbaik,” ujar Ralf Rangnick usai petandingan dilansir dari laman Thesun.co.uk pagi ini.
“Hal baiknya adalah kami mendapat satu poin tetapi kinerjanya harus lebih baik. Anda harus siap dan mampu memenangkan duel langsung itu dan ini tidak sering terjadi. Ketika kami menguasai bola, kami memiliki terlalu banyak hadiah dan bahkan dengan gol, itu tidak membuat segalanya mudah,” paparnya.
Editor: Aspian Nur