Di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla memupus impian tamu mereka yang berambisi meraih kemenangan setelah kalah di dua pertandingan terakhir.
Menit ke-7 Sevilla sudah memimpin 1-0 lewat gol tendangan jarak jauh mantan pemain Barcelona Ivan Rakitic.
Namun Los Cholchoneros mampu menyamakan skor 1-1 menit 33 via sundulan Felipe.
Dua menit jelang waktu normal berakhir, Sevilla memastikan kemenangan lewat gol Lucas Ocampos.
Skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Sevilla.
Mereka memangkas jarak dengan Real Madrid di puncak klasemen LaLiga menjadi tujuh. Sevilla mengemas 37 poin dari 17 laga sementara Atletico tercecer di posisi kelima klasemen dengan 29 poin.
“Kami ingin terus menikmati kemenangan,” ujar Ivan Rakitic dilansir dari Reuters. "Masih banyak hal yang harus diperbaiki tetapi kemenangan ini melawan juara liga, memberi kami banyak kekuatan," imbuhnya.
Sementara bagi Atletico, ini adalah pertama kalinya manajer Diego Simeone melihat timnya kalah tiga pertandingan liga berturut-turut sejak ia tiba di klub pada 2011. Dikenal sebagai pertahanan yang kokoh, sang juara bertahan musim lalu sudah kebobolan 20 gol musim ini dalam 17 pertandingan.
“Sudah waktunya untuk bekerja dalam keheningan dan menjadi lebih baik,” kata Simeone. "Kami sedang melalui masa-masa sulit dan hasilnya mencerminkan hal itu. Tapi saya percaya para pemain saya, saya tahu kami akan mengakhiri fase negative ini,” tegasnya.
Sementara di Camp Nou, Barcelona nyaris ditahan imbang tim papan bawah Elche. Sempat unggul 2-0 lewat gol Ferran Jutgla menit 16 dan Gavi dalam menit 19, tim tamu menyamakan skor di babak kedua hanya dalam selang waktu satu menit via Tete Morente dan Pere Milla yang mencetak gol menit 62 dan 63.
Nico Gonzalez menciptakan gol penentu kemenangan Barcelona menit 85 yang sekaligus jadi kemenangan pertama Barcelona dalam empat pertandingan di semua kompetisi, mengangkat mereka ke peringkat ketujuh, masih terpaut 15 poin dari pemuncak klasemen Real Madrid, sementara Elche yang berada di peringkat 16 hanya unggul dua poin dari zona degradasi.
Pelatih Barcelona Xavi Hernandez pun memuji para pemain mudanya, terutama Gavi. "Saya bermain di sini ketika saya berusia 17 tahun dan saya takut. Tetapi para pemain ini memiliki banyak karakter dan saya senang memiliki mereka," kata Xavi. "Dan Gavi, cara dia bermain tak ternilai harganya bagi tim. Apa yang dia lakukan, membuat perbedaan, mencetak gol dan membuat gol lagi,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur