Guna mencegah Omicron menyebar lewat kompetisi sepakbola elite di Inggris itu, hal pertama yang akan dilakukan otoritas berwenang, dalam hal ini adalah FA, tentu saja membatasi penonton datang ke stadion atau bahkan tidak boleh masuk sama sekali, pengecualian bagi mereka yang sudah divaksinasi dua kali.
Namun kekhawatiran yang lebih besar adalah kerugian yang bakal dialami klub-klub Premier League imbas ketiadaan penonton tersebut, membuat biaya miliaran rupiah akan hilang.
Situasi yang ada diperparah dengan berita tentang serangan Covid-19 di Kota London, dimana tujuh pemain utama klub Tottenham Hotspurs termasuk dua staf pelatih Antonio Conte dinyatakan positif, padahal Tottenham masih berlaga di Liga Konferensi menghadapi klub PRancis Rennes pekan depan.
Karena itu manajemen Spurs akan meminta pimpinan Premier League menunda perjalanan tim pada hari Minggu ke markas Brighton dan kemungkinan pertandingan kandang Kamis depan dengan Leicester City.
Pertandingan Eropa tidak diizinkan kalau dalam satu tim memiliki kurang dari 13 pemain atau tidak ada penjaga gawang terdaftar yang tersedia.
Semua pertandingan penyisihan grup dari otoritas UEFA harus diselesaikan pada 31 Desember nanti yang berarti ada sedikit peluang bagi Spurs untuk menunda pertandingan terakhir mereka.
Aturan Premier League menyatakan permainan tetap harus digelar jika sebuah klub memiliki 14 pemain atau lebih dalam daftar skuadnya yang tersedia.
Premier League sebelumnya relatif bersimpati terhadap permintaan untuk menunda pertandingan dimana musim lalu Spurs membatalkan pertandingan setelah Fulham memiliki enam kasus positif Covid.
Faktor-faktor lain juga diperhitungkan, seperti tes positif yang mengesampingkan sejumlah pemain tertentu dari posisi yang sama dan dampak cedera serius sebagai akibatnya.
Klub asal Kota London lainnya yaitu Chelsea juga dihantui corona karena bintang mereka Mateo Kovacic dan striker Brentford Ivan Toney dipastikan absen karena positif.
Namun masalah di luar sepak bolalah yang dapat menyebabkan komplikasi terbesar dari apa yang bakal terjadi. SunSport mengungkapkan klub Liga Inggris dihantui situasi buruk pada pertemuan pemegang saham Jumat pecan lalu dimana semua klub diberitahu untuk mempersiapkan kemungkinan pemerintah membawa Rencana B, yang berarti semua orang harus menunjukkan paspor Covid untuk masuk ke acara publik.
Itu dapat menyebabkan kekacauan di lapangan karena kemungkinan ada fans yang datang tapi tidak dapat masuk stadion untuk mengambil tempat duduk mereka meskipun telah membayar tiket.
Klub telah bekerja pada kemungkinan perlunya menerapkan langkah-langkah tersebut selama berbulan-bulan.
Setelah sepertiga pertama musim 2021/2022 tidak ada batasan dan kembali penuhnya stadion, peringatan itu menjadi pukulan telak.
“Secara pribadi setiap klub membicarakan hal ini. Kami semua khawatir tentang apa yang mungkin terjadi selanjutnya,” ujar seorang petinggi klub dilansir dari laman Thesun.co.uk Rabu (8/12/2021) hari ini.
Di bawah potensi keterbatasan, penggemar harus menunjukkan bukti divaksinasi dua kali untuk melewati pos pemeriksaan Covid, dengan pemeriksaan suhu juga mungkin dilakukan sebelum mereka diizinkan masuk stadion.
Masker wajib dikenakan di area dalam ruangan dan harus tetap dipasang ketika pendukung duduk di kursi mereka.
Tetapi sementara beberapa penggemar akan marah karena kehilangan atau pemeriksaan tambahan, kekhawatiran yang lebih besar adalah bahwa Inggris harus mengikuti contoh yang ditetapkan di seluruh Eropa barat.
Klub Jerman Bayern Munich dan RB Leipzig diperintahkan untuk memainkan pertandingan Liga Champions mereka pekan ini secara tertutup.
Di Belanda stadion telah ditutup selama tiga minggu dan Belgia akan mengikuti, dengan ketakutan serupa di Prancis.
Editor: Aspian Nur