Dua kali Video Assistant Referee (VAR) dipakai wasit Martin Atkinson untuk menentukan gol dimana tuan rumah tertinggal dari Arsenal lewat gol Emile Smith-Rowe, yang tercipta saat kiper David De Gea terkapar kesakitan. VAR mengesahkan gol itu, dan Arsenal memimpin 1-0.
Bruno Fernandes menyamakan skor menjadi 1-1 jelang turun minum. Di babak kedua, tiga gol tercipta. United memimpin 2-1 lewat gol Cristiano Ronaldo menit ke-52, disamakan lagi oleh Arsenal via Martin Odegaard menit 54 sampai akhirnya Ronaldo memastikan kemenangan timnya via penalty usai Fred dilanggar. Sempat tak dianggap penalti, namun VAR memastikan memang ada pelanggaran. Skor 3-2 bertahan hingga akhir.
Kemenangan membuat United naik ke posisi 7 klasemen Liga Inggris dengan 21 poin. Sementara Arsenal masih tertahan di peringkat 5 dengan 23 poin.
Adapun 801 gol Ronaldo dicetak dengan rincian 5 gol saat memperkuat Sporting Lisbon di Portugal, bersama Real Madrid (450), Juventus (101) dan bersama Manchester United dalam dua edisi (130) serta 115 gol saat berkostum timnas Portugal.
“Pikiran kami sudah tertuju pada pertandingan berikutnya, tidak ada waktu untuk merayakannya,” tulis Ronaldo di akun Instagram miliknya usai pertandingan.
“Kemenangan hari ini sangat penting untuk kembali ke jalurnya, tapi jalan masih panjang untuk ditempuh sampai mencapai tujuan,” imbuhnya. “Selamat untuk semua rekan tim saya, semangat yang luar biasa malam ini! Dan terima kasih yang sangat khusus kepada para pendukung kami, kami tidak dapat melakukannya tanpa Anda. #MUFC,” tutup Ronaldo dalam tulisannya itu.
Sementara pertandingan melawan Arsenal jadi yang terakhir bagi Michael Carrick. Mantan legenda Red Devils itu mundur dari posisinya sebagai pelatih tim utama Manchester United seiring berakhirnya tugas sebagai caretaker dan kehadiran Ralf Rangnick di Old Trafford.
"Waktu saya sudah berakhir di klub hebat ini. semua akan selalu jadi tahun-tahun terbaik dalam karier saya,” ujar Carrick dilansir dari laman Dailymail.co.uk.
“Pertama saya datang 15 tahun lalu, tak pernah saya bermimpi meraih begitu banyak trofi dan saya tidak akan pernah melupakan memori hebat baik sebagai pemain dan anggota tim pelatih," katanya lagi.
Michael Carrick mencatatkan 464 kali penampilan selama aktif sebagai pemain MU pada 2006-2018, membawa Setan Merah menjuarai Premier League lima kali, Piala Liga Inggris, Piala FA, Piala Liga Inggris dua kali, Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Dunia Antarklub.
Carrick kemudian staf pelatih tim utama setelah pensiun pada 2018. Eks gelandang timnas Inggris itu jadi bagian dari era Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pemain dan khususnya staf. Saya selalu menjadi fans Manchester United dan akan datang ke stadion. Saya doakan yang terbaik untuk Ralf, staf dan para pemain, dan fans untuk masa depan dan saya menantikan ada di bangku penonton dan mendukung sebagai seorang fans," tutup Carrick.
Direktur Manchester United John Murtough pun mengucapkan terima kasih kepada Carrick.
“Michael pergi dengan rasa terima kasih yang tulus dan harapan terbaik dari semua orang di Manchester United setelah 15 tahun pelayanan yang luar biasa kepada klub sebagai pemain dan sebagai pelatih. Meskipun kami sedih melihatnya pergi, kami menghormati dan memahami keputusan Michael,” katanya.
“Dia akan selalu dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik dalam sejarah Manchester United, dan, baru-baru ini, sebagai pelatih luar biasa yang telah bekerja tanpa lelah di bawah dua manajer untuk membantu mengembangkan skuat kuat yang sekarang dipimpin Ralf. Kami berterima kasih atas kepemimpinan mantap yang telah ditunjukkan Michael melalui periode transisi manajerial ini, dan, sementara dia sekarang menjauh dari keterlibatan sehari-hari, dia akan selalu diterima kembali sebagai legenda klub.” tutupnya.
Editor: Aspian Nur