The Three Lions kokoh di puncak klasemen Grup I mengoleksi 26 poin dari 10 pertandingan sekaligus memastikan diri berlaga di Qatar tahun depan.
San Marino di dasar klasemen tanpa kemenangan dan nirpoin dari 10 laga dengan hanya mencetak satu gol sementara kebobolan 46 gol.
Kapten Inggris Harry Kane yang pecan lalu mencetak hattrick ke gawang Albania dalam kemenangan 5-0, di pertandingan ini mencetak quattrick alias empat gol dengan dua diantaranya via penalty. Sementara gol lainnya dicetak Harry Maguire, Filippo Fabbri (gol bunuh diri), Emile Smith Rowe, Tyrone Mings, Tammy Abraham dan Bukayo Saka.
Tuan rumah menyudahi permainan dengan 10 orang setelah Dante Rossi diusir wasit di babak kedua.
Kemenangan telak finalis Piala Eropa 2020 ini menorehkan beberapa rekor menarik.
Dilansir dari Opta, Inggris berhasil
mencetak enam gol di babak pertama di satu laga untuk pertama kalinya dalam 75 tahun terakhir.
Rekor itu sebelumnya dibukukan Inggris saat menang 8-2 atas Belanda pada November 1946.
- Sepuluh gol ke gawang San Marino adalah jumlah gol terbanyak Inggris dalam laga kualifikasi Piala Dunia/Piala Eropa, mematahkan sembilan gol yang mereka torehkan kontra Luksemburg pada Desember 1983.
Kemenangan ini juga jadi kemenangan tandang terbesar Inggris dalam satu laga kompetitif sepanjang sejarah.
sementara untuk sang kapten Harry Kane, pemain Tottenham Hotspur itu adalah pemain Inggris keempat yang mencetak hat-trick dalam dua laga berturut-turut setelah Vivian Woodward (1909), Dixie Dean (1927) dan Tommy Taylor (1957). Dia menjadi pemain ketiga yang mencetak empat gol atau lebih untuk Timnas Inggris setelah David Platt (vs San Marino, Februari 1993) dan Ian Wright (vs San Marino, November 1993).
saat ini Harry Kane telah mencetak 14 gol untuk Inggris pada tahun 2021, jumlah terbanyak yang dicetak pemain mana pun untuk The Three Lions dalam satu tahun kalender.
Berbeda dengan Inggris yang lolos otomatis, juara Piala Eropa 2020 Italia harus berlaga di Qatar lewat playoff karena gagal mengalahkan Irlandia Utara. Bermain di Windsor Park, Belfast, Gli Azzurri ditahan imbang 0-0 di Grup C.
Italia finish di peringkat kedua Grup C dengan 16 poin padahal posisi mereka sebelumnya di puncak klasemen namun disalip oleh Swiss dengan 18 angka yang di saat bersamaan mampu menang 4-0 atas Bulgaria
“Tak ada yang menginginkan hasil imbang ini. kami harus terus berjuang sampai Maret 2022 mendatang dan akan berusaha memberikan yang terbaik," ucap pelatih Italia Roberto Mancini kepada RAI Sport usai pertandingan.
“Sangat disayangkan, karena kami seharusnya menjuarai grup. Tapi kami menatap playoff dengan percaya diri,” tegas Mancini.
Editor: Aspian Nur