Debut yang berbuah hasil positif meski dipenuhi drama berupa tiga kartu merah dan lima gol dimana The Lily Whites menang 3-2 dari sang lawan.
Setengah jam laga berjalan, Tottenham sudah unggul 3-0 lewat gol Son Heung-min menit ke-14, Lucas Moura menit 22 dan gol bunuh diri bek Vitesse Jacob Rasmussen menit ke-28.
Namun tim tamu tak menyerah. Mereka mencetak dua gol beruntun dalam selang tujuh menit, lewat Rasmussen menit ke-32 dan Matus Bero menit ke-39.
Tottenham harus bermain dengan 10 orang setelah Cristian Romero dikartumerah menit ke-59 sebelum Vitesse bernasib sama ketika kehilangan Danilho Doekhi juga kena kartu merah menit ke-80. Tiga menit berselang giliran kipper Vitesse Markus Schubert dikartu merah karena menghalau bola dengan tangan di luar kotak penalti. Skor akhirnya tak berubah 3-2 untuk kemenangan Tottenham yang duduk di posisi kedua klasemen Grup G, mengemas 7 poin hasil dari dua kali menang, sekali seri dan sekali kalah.
Klub Prancis Rennes di posisi teratas mengantongi 10 angka karena tiga kali menang, sekali imbang dan belum kalah. Adapun Vitesse di posisi ketiga mengumpulkan 6 poin dari dua kali kemenangan dan dua kali kalah.
Laga perdana yang mengesankan bagi Conte ditengah persiapan timnya yang sangat minim karena pria asal Italia itu dating dan hanya punya waktu kurang dari dua hari mempersiapkan tim berlaga di Europa League ini.
"Laga yang gila, saya tidak suka pertandingan seperti ini tapi kami harus menang dan akhirnya terwujud," ujar Antonio Conte usai laga dilansir dari laman Dailymail.co.uk.
"Seharusnya kami tidak kebobolan setelah unggul tiga gol apalagi setelah kami mendapat satu kartu merah. Tapi ini bagus karena kami bisa menang dengan cara susah. Yang penting sekarang adalah pemain harus percaya diri dan bekerja keras. Masih ada dua hari sebelum laga kontra Everton lalu jeda internasional," kata Conte.
Editor: Aspian Nur