Liverpool berada di atas angin lantaran bisa mengalahkan Hoffenheim 2-1 saat pertemuan pertama di Rhein-Neckar-Arena, Sinsheim pekan lalu. Tapi, itu tidak membuat The Reds berleha-leha saat jadi tuan rumah di Anfield. Memanfaatkan dukungan penuh fans setia, Liverpool bisa memetik kemenangan 4-2. Itu berkat gol Emre Can (10, 21), Mohamed Salah (18) serta Roberto Firmino (63) yang hanya dibalas Marc Uth (28) dan Sandro Wagner (79).
Anak asuh Juergen Klopp menang aggregate 6-3. Liverpool meramaikan lagi kompetisi tertinggi di Benua Biru itu setelah absen musim lalu. Hanya saja, peluang klub asal Merseyside itu untuk melaju ke babak gugur kemungkinan akan sangat sulit. Alasannya karena bakal berjumpa lawat berat. Liverpool hampir dipastikan masuk Pot 3 bersama Spurs saat pengundian yang akan dilakukan di Grimaldi Forum, Monaco. Ini membuat Si Merah berpotensi masuk grup neraka.
Jika sedang sial, Liverpool bisa saja bergabung dengan Bayern Muenchen dan Barcelona. Atau juga menemani Real Madrid serta Paris Saint-Germain (PSG). Skenario terburuk lainnya adalah satu grup dengan Juventus dan Borussia Dortmund/Atletico Madrid. “Masih ada yang harus kami benahi. Tapi, secara keseluruhan kami senang bisa kembali ke Liga Champions, yang seharusnya jadi tempat Liverpool,” ujar kapten Liverpool Jordan Hendersson.
Juergen Klopp takjub dengan performa timnya. “Saya tidak punya kata-kata yang cukup, ini menakjubkan,” Klopp berujar kepada BT Sport seusai pertandingan. “Ini adalah pekerjaan terberat selama 14 bulan dan rasanya menakjubkan. Saya tidak bisa menemukan kata yang pas lainnya. Sebuah pujian besar, yang amat besar untuk tim saya,” katanya.
Pelatih Hoffenheim Julian Nagelsmann menyesalkan start buruk timnya. “Tim terlalu memperlihatkan emosi dan kami menyisakan terlalu banyak celah. Faktor tambahannya adalah dalam 30 menit pertama ada dua atau tiga pemain yang seperti tak berada di lapangan. Perbedaannya adalah kami bermain baik di leg pertama, sementara malam ini tidak,” kata pelatih berusia 30 tahun itu. (bbc)