Bagaimana tidak, klub yang dilatihnya, Wolfsburg, harus tersingkir dengan cara tak lazim, kelebihan jumlah pergantian pemain!.
Hal itu terjadi saat Wolfsburg melakoni laga perdana Piala Jerman, DFB Pokal, menghadapi klub kasta keempat di kompetisi sepakbola Jerman, Preussen Muenster.
Pertandingan berlangsung di Preußenstadion, Münster, Jerman pada 8 Agustus lalu dan Wolfsburg sebenarnya menang 3-1 untuk lolos ke babak kedua. Namun Die Wolfe alias Si Serigala harus tersingkir karena kesalahan dalam melakukan pergantian pemain. Pada laga melawan Muenster, Bommel mengganti enam pemain dari jatah yang seharusnya hanya lima pemain.
Wasit yang memimpin pertandingan tak menyadari hal itu termasuk ofisial tim Wolfsburg karena sudah mengganti lima pemain.
Sehari setelah pertandingan baru hal ini terungkap karena Preussen Muenster mengadukan soal kelebihan pergantian pemain itu ke otoritas berwenang, DFB.
Penelusuran dilakukan dan memang terbukti Van Bommel memasukan satu pemain illegal pada laga itu yang membuat mereka akhirnya harus rela tersingkir dan kalah 0-2 dari sang lawan.
Manajemen Wolfsburg dikabarkan bersiap untuk banding atas masalah ini.
Namun kalau banding Wolfsburg tak berhasil, Munster tetap melaju dan mengikuti undian putaran kedua Piala Jerman ini pada 25 Agustus dan bersiap berlaga pada babak kedua 26-27 Oktober mendatang.
Ini bukan pertama kalinya terjadi klub tersingkir bukan karena factor non teknis di lapangan tapi karena kesalahan non teknis. Sebelumnya di ajang yang sama tahun 2004 silam Kaiserlautern juga mengalami hal sama karena memainkan Marian Hristov, pemain yang kena skorsing di sepakbola Jerman.
Apa yang terjadi dengan dua tim Jerman itu mirip dengan yang dialami Real Madrid di Copa del Rey pada 2015/16, ketika mereka menggunakan Denis Cherishev yang mendapat akumulasi kartu kuning namun tetap dimainkan Zinedine Zidane sehingga Los Blancos tersingkir dari Piala Raja Spanyol itu.
Penulis/Editor: Aspian Nur