Foto itu diunggah di akun Twitter klub dan sudah dihapus tetapi sempat dibiarkan selama 20 menit dan sudah terlanjur diketahui banyak orang. Alhasil, kemarahan menyeruak di media sosial setelah pemain wanita yang dimaksud tampaknya menggunakan peralatan tempat latihan untuk menyiratkan topi beras tradisional.
Dalam postingan awal mereka, klub telah menggunakan emoji wajah menyipit diikuti oleh dua tangan yang menunjuk ke bagian mata untuk meniru pose yang sama dengan pemain di foto.
Apa yang dilakukan bertentangan dengan ucapan karna dalam sebuah pernyataan di Twitter, para wanita Juventus mengatakan mereka selalu menentang rasisme dan diskriminasi.
Fans terkejut dengan postingan tersebut dan menyebutnya sebagai rasisme kasar dan kebodohan. “Saya bahkan tidak marah dengan tweet rasis dari para wanita Juventus. Hanya terpesona oleh banyaknya kebodohan dengan apa yang telah mereka unggah. Siapa yang mengira itu adalah ide yang bagus? Apakah saya salah karena tidak peka tentang rasisme terhadap orang Asia?,” tulis seorang netizen dilansir dari laman Dailymail.
“Tidak tahu siapa yang ada di tim media sosial untuk wanita Juventus, tapi itu sangat, sangat konyol. Tweet itu harus melalui begitu banyak orang tetapi masih terkirim,” sebut yang lain.
Menanggapi hal ini, tim pun merespons dengan meminta maaf. "Kami dengan tulus meminta maaf terkait tweet kami, yang tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kontroversi atau memiliki nada rasial, mungkin telah menyinggung siapa pun," bunyi pernyataan Juventus. “Juventus selalu menentang rasisme dan diskriminasi. #DifferencesMakeTheDifference,” tulis mereka.
Tim wanita Juventus sendiri juara musim lalu dan klub ini tim pertama yang membentuk tim wanita di Italia yang didirikan tahun 2017 dan telah memenangkan gelar liga empat kali, serta Coppa Italia pada tahun 2019 dan dua Piala Super Italia. Tim saat ini dikelola oleh mantan bos wanita Arsenal Joe Montemurro.
Penulis/Editor: Aspian Nur