Setelah turun minum skor 0-1, pada babak kedua tiga gol tambahan dicetak Inggris ke gawang Ukraina lewat gol cepat Harry Maguire menit 46, gol kedua yang indah Harry Kane menit 50 ditutup gol Jordan Henderson menit 63. Ukraina yang diasuh pelatih Andriy “Sheva” Shevchenko tak mampu memberikan perlawanan hingga laga berakhir dan langkah mereka hanya sampai di fase 8 Besar.
Inggris akan menghadapi Denmark pada semi final 7 Juli atau hari Kamis nanti dimana Denmark berhasil mengalahkan Republik Ceko 2-1 pada laga sebelumnya. “Mereka pantas menang. Kami terkejut dengan gol cepat yang mereka ciptakan. Saya mendoakan mereka semoga beruntung di laga-laga berikutnya," ungkap kapten Ukraina Andriy Yarmolenko dikutip dari laman uefa.com.
“Kami sebenarnya punya strategi dan taktik tapi ketika Anda kebobolan di menit awal semua berubah dan jadi buyar,” Shevchenko menambahkan. Meski tersingkir Ukraina tidak terlalu kecewa karena ini pencapaian terbesar mereka dalam sejarah perhelatan Piala Eropa. “Ini pencapaian besar Ukraina dan saya mengucapkan terima kasih kepada pendukung kami,” tutup Sheva.
Gareth Southgate kembali mengingatkan anak asuhnya agar tidak tidak berlebihan merayakan keberhasilan lolos ke semi final ini. “Sampai sejauh ini semua masih berjalan sesuai keinginan, tapi kami harus tetap ingat belum mendapatkan apa-apa. Lolos ke semi final, artinya tinggal dua laga menuju trofi dan kami harus focus untuk itu,” tegas Southgate.
Ada catatan menarik yang dibuat Opta Joe dari sukses Inggris melangkah ke semi final. Untuk Harry Kane, dua golnya membuat pemain Tottenham Hotspur itu sudah menorehkan sembilan gol bersama Inggris sampai sejauh ini, setara dengan legenda Inggris Alan Shearer dan selisih satu gol dengan Gary Lineker yang sudah mencetak 10 gol.
Menang tanpa kebobolan alias clean sheet jadi yang pertama bagi Inggris dalam sejarah keikutsertaan mereka pada ajang internasional. Inggris saat ini sudah tak kebobolan selama 662 menit. Khusus untuk Southgate, dirinya jadi manajer tim kedua yang mampu lolos ke semi final sebagai pelatih dan pemain di dua ajang berbeda, Piala Dunia dan Piala Eropa,
setelah Alf Ramsey tahun 1966 dan1968 sementara Southgate melakukannya di tahun 1996 dan 2021 ini. Terakhir kali Inggris mampu mencetak empat gol di turnamen besarpada 1966 silam saat mereka bersua Jerman Barat di final Piala Dunia saat mereka juara dan menang 4-2.
Untuk Jordan Henderson, pemain Liverpool itu mencetak gol perdana setelah melewati 62 laga bersama timnas, pemain kedua yang berposisi sebagai bek setelah Sol Campbell yang mencetak gol dalam 47 penampilan. Inggris juga jadi negara pertama yang mampu mencetak Sembilan gol lewat sundulan kepala di ajang internasional yang mereka lakukan sejak Piala Dunia 2018 dan di Piala Eropa 2020.
Penulis/Editor: Aspian Nur