Ceko mampu memanfaatkan kelebihan jumlah pemain untuk menyerang Belanda dari semua lini sampai akhirnya mencetak gol lewat Tomas Holes dan Patrik Schick menit 68 dan 80.
Republik Ceko pun menggenggam satu tiket ke 8 Besar atau perempatfinal, berjumpa dengan Denmark di Baku, Azerbaijan
3 Juli pekan depan. “Semua karena saya. Kami kalah karena kartu merah dan itu sangat menyakitkan," kata De Ligt dikutip dari UEFA.com. "Aku seharusnya tidak membiarkan bola memantul. Aku bahkan tidak merasakan bahwa Ceko menciptakan banyak peluang mencetak gol, tetapi jelas kartu merah membuat perbedaan," sebutnya dengan nada menyesal.
Ini sekaligus hasil buruk untuk Belanda yang mencoba bangkit di kancah internasional. Belanda sebelumnya sudah absen di Euro 2016 dan Piala Dunia 2018.
“Mereka adalah lawan yang sulit, tetapi saya pikir kami lebih baik sampai kartu merah. Kami mendominasi permainan. Denzel [Dumfries] mencapai by-line beberapa kali di babak pertama, dan begitu pula Patrick [van Aanholt]. Tetapi dalam setiap kasus, bola terakhir bisa lebih baik,” ujar Frank de Boer secara terpisah.
Sementara pelatih Ceko Jaroslav Silhavy merasa sangat bangga dengan perjuangan yang diperlihatkan anak asuhnya. "Kami mengalahkan lawan yang hebat dengan cara pemain kami mampu bermain bagus secara taktik," papar Silhavy.
Kemenangan Ceko membuat mereka akan menantang Denmark yang lebih dulu ke perempatfinal setelah menyingkirkan Wales dengan skor telak 4-0. Lolosnya dua negara ini merupakan kejutan karena baik Ceko maupun Denmark underdog di Euro 2020 ini dan pertemuan mereka nanti membuat satu diantara tim kuda hitam ini bakal berlaga di semi final.
Penulis/Editor: Aspian Nur