Dilansir dari marca.com, sukses Si Biru meraup 9 poin dan lolos ke 16 Besar alias fase knock out membuat mereka menorehkan catatan penting karena tak sekadar lolos, Giorgio Chiellini dkk juga tak kebobolan satu biji gol pun dari lawan yang mereka hadapi, membuktikan kekuatan merata Italia, tajam di depan, stabil di lini tengah dan kokoh di pertahanan.
Melihat performa Italia tersebut, wajar kalau mereka diunggulkan untuk meraih trofi turnamen empat tahunan ini setelah terakhir kali juara Piala Dunia tahun 2006 silam di Jerman.
Menariknya, Mancini menggabungkan pemain senior dan junior pada Euro 2020 ini dan dalam tiga laga yang sudah dilewati seluruh pemain yang didaftakan sudah dimainkan kecuali Alex Meret.
Pemain muda berbakat seperti Nicolo Barella, Manuel Locatelli dan Federico Chiesa dimainkan bersama veteran berpengalaman seperti Francesco Acerbi, Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci, yang membuat Italia seimbang dalam penampilan.
Komposisi ini sama seperti di tahun 2000 silam saat Italia diperkuat pemain veteran seperti Luigi Di Biagio, Francesco Toldo dan Paolo Maldini berkolaborasi dengan pemain muda potensial seperti Francesco Totti, Alessandro Del Piero dan Alessandro Nesta.
Terlepas dari itu, lolosnya Italia ke babak 16 Besar membuat mereka kini ditunggu runner-up Grup C yang masih diperebutkan antara Ukraina dan Austria. Dua negara ini bentrok di matchday pamungkas di Stadion Arena Nationala, Bucharest, Senin (21/6/2021) malam nanti
Italia akan kembali berlaga namun tak lagi di Estadio Olimpico Roma, melainkan di Wembley Stadium, London Minggu (27/6/2021) dini hari nanti.
Penulis/Editor: Aspian Nur