Babak pertama juga diwarnai kontroversi karena handball dan pelanggaran yang dilakukan pemain Turki di kotak penalty membuat wasit asal Belanda Danny Makkelie bergeming yang menuai protes Giorgio Chiellini dkk dan 16 ribu fans di Olimpico.
Baru dibabak kedua Italia yang mendapat dukungan fans mereka meski tak banyak di Olimpico, berhasil menjebol gawang Turki lewat bunuh diri Merih Demiral menit 53. Ini sekaligus jadi gol pembuka di Euro 2020
Terpicu oleh gol itu, Ciro Immobile menggandakan skor 0-2 menit 66 dan ditutup gol Lorenzo Insigne menit ke-79. Dengan hasil ini Italia memimpin klasemen sementara Grup A dengan tiga angka sementara Turki di posisi terbawah. Dua tim lain yaitu Wales dan Swiss baru berlaga malam nanti.
Catatan UEFA.com, kemenangan besar lebih dua gol ini jadi yang pertama bagi Italia dalam 39 laga di Piala Eropa. Mereka juga menorehkan catatan luar biasa, Sembilan laga tanpa kebobolan, mencetak 28 gol serta 28 pertandingan tak terkalahkan (23 kali menang 5 kali imbang) setelah terakhir kali kalah dari Portugal tahun 2018 silam.
Sementara gol bunuh diri Merih Demiral jadi yang ke-10 dalam sejarah Piala Eropa di partai pembuka. “Kami bermain dengan baik, penting untuk mendapatkan kemenangan di partai pembuka dan hasil ini untuk semua yang bersama kami,” kata Roberto Mancini usai laga dikutip dari laman dailymail. “Hasil yang indah dan saya berharap akan ada lagi momen seperti ini,” harapnya
Namun Mancini menolak membicarakan gelar juara dengan hasil ini. “Jalan masih panjang, jangan dulu membahas itu,” tegasnya. Ciro Immobile menambahkan kalau kemenangan ini jadi kampanye penting bagi mereka menuju hasil yang bagus di laga berikutnya.
“Kami bermain sabar di babak pertama karena kami melihat Turki begitu kuat. Kami membuat mereka lelah, bermain bola kiri ke kanan dan mencoba membuka pertahanan ketat dan akhirnya berhasil,” ujar Immobile.
Sementara Senol Gunes, pelatih Turki, menyesalkan kesalahan yang dilakukan anak asuhnya. “Kami tidak bermain efektif padahal sempat membuat mereka frustasi. Kesalahan kecil membuat hasil akhir berbeda dan kami mendapatkan itu dengan kekalahan,” kata Gunes.
Diakui Gunes Italia tim yang kuat di semua lini sehingga anak asuhnya kesulitan untuk mendapatkan celah menyerang lebih banyak. “Tapi saya tetap bangga dengan pemain saya. Ini baru laga pembuka, masih ada kesempatan dan kami akan memanfaatkannya,” tegas Gunes.
Penulis/Editor: Aspian Nur