Namun latar belakang kedua negara baik Turki maupun Italia jelas berbeda di setiap perhelatan turnamen empat tahunan ini. Gli Azzurri alias Si Biru, julukan Italia, menorehkan 27 laga tak terkalahkan di semua ajang dan tak pernah kalah di setiap partai pembuka turnamen seperti ini.
Sebaliknya, Turki bertekad menghindari kekalahan di laga pembuka yang akan dipimpin wasit asal Belanda Danny Makkelie ini, seperti yang sudah mereka rasakan pada tahun-tahun sebelumnya.
Ay-Yıldızlılar alias Si bulan Sabit dan Bintang, julukan Turki, yang ditangani pelatih Senol Gunes dengan dominasi pemain muda bersiap memainkan gaya bertanding impresif menghadapi anak asuh Roberto Mancini yang sejak tahun 2018 tak pernah kalah bahkan di tahun 2021 ini tak kebobolan satu kali pun, hal mana yang membuat Italia jadi satu negara unggulan bersama Inggris, Jerman dan Portugal sebagai juara bertahan Euro 2016 silam.
“Dalam setiap turnamen, laga pertama dan terakhir selalu sangat penting. Kalau kami kalah semuanya akan sulit. Karena itu tentu saja kami ingin meraih kemenangan, kalau itu tidak bisa setidaknya jangan sampai kalah. Saya ingin melihat kekuatan tim ini di pertandingan pertama. Bahkan jika kami kalah, penting untuk tetap bermain dengan baik. Saya harap ini akan menjadi pertandingan yang hebat, permainan yang menyenangkan dan kami bisa menang,” tegas Senol Gunes mengutip dari laman UEFA.com.
Secara terbuka Gunes mengakui timnya menghormati Italia. "Italia tim yang hebat dan kami sangat menghormati mereka. Ini adalah pertama kalinya Turki memainkan pertandingan pembuka yang akan menjadi pertandingan special. Kami tahu (Roberto) Mancini pasti mengenal kami karena pernah melatih Galatasaray dan dia telah membentuk tim yang hebat. Tapi kami di sini untuk menang,” paparnya bersemangat.
Gelandang Turki yang juga pemain klub Serie A Italia AC Milan, Hakan Çalhanoğlu mengaku tak sabar menunggu lagi ini. “Saya tetap berada di Italia tapi kali ini harus membela negara sendiri melawan teman-teman saya. Sebuah perjalanan yang sulit,” sebut Calhanoglu.
“Kami akan melakukan yang terbaik di lapangan. Italia punya pemain dan pelatih bagus, tapi kami juga seperti itu. Saya pikir ini saatnya memainkan laga yang luar biasa dan menunjukkan kualitas kami,” sebutnya. Sementara Roberto Mancini mengaku sangat menghormati Turki.
“Mereka tim yang penuh talenta. Partai pembuka selalu sulit dan akan ada banyak emosi tetapi kami tidak boleh terlalu terbawa suasana dan tak boleh ada antusiasme berlebihan karena kami tahu siapa yang kami lawan,” sebut Mancini. “Tiga tahun lalu ketika saya mengambil alih tim ini saya bahkan lebih positif sekarang karena kami telah mendapatkan hasil yang baik. Kami telah menciptakan skuat yang hebat,” imbuhnya.
Bermain di kandang sendiri jadi keuntungan menurut pria Italia ini. "Sayang sekali penonton tidak bisa hadir semua di stadion, tetapi kami memiliki 16 ribu orang disana dengan sebagian tentu saja pendukung Turki. Itu membuat kami bersemangat dan ingin memberikan kesenangan kepada fans kami,” paparnya.
Kapten Italia Giorgio Chiellini merasa sesuatu yang berbeda pada laga pembuka nanti. "Ini adalah pertandingan pembuka turnamen yang aneh karena kami bermain dimana wabah masih melanda. Ada lebih banyak ketidakpastian bagi kami dan Turki. Tapi kami akan bermain dengan konsentrasi penuh,” ujar Chiellini.
"Anda tidak dapat membayangkan berapa banyak orang yang meminta kami untuk memberi mereka kegembiraan besar setelah kekecewaan karena gagal lolos ke Piala Dunia [2018]. Saya pikir fans Italia memiliki kepercayaan dan kami akan melakukan segala yang kami bisa demi mereka,” paparnya.
Italia memang wajib waspada karena di tim Turki banyak “spionase” alias mata-mata. Selain Hakan Calhanoglu di AC Milan) ada Merih Demiral, rekan satu tim Chiellini diJuventus dan Kaan Ayhan serta Mert Muldur yang bermain di Sassuolo. Ada juga Cengiz Under yang aktif 3 musim bermain di Roma sebelum dipinjamkan ke Leicester City musim lalu.
Mereka akan berjuang bersama nama besar seperti Burak Yilmaz dan Yusuf Yazici serta Caglar Soyuncu, Zeki Celik dan Ozan Tufan. Ketangguhan kiper Gianluigi Donnarumma di bawah mistar gawang Italia bakal diuji dan Chiellini bersama Alessandro Florenzi dan Leonardo Spinazzola harus bertahan dengan baik kalau tak ingin Turki menusuk lebih dalam. Di lini depan, duet Ciro Immobile dan Lorenzo Insigne diharapkan bisa menjadi penyumbang gol untuk tiga poin perdana yang jadi incaran Italia di laga ini.
Perkiraan Susunan Pemain:
TURKI: Uğurcan Çakır; Zeki Çelik, Merih Demiral, Çağlar Söyüncü, Umut Meraş; Okay Yokuşlu, Ozan Tufan, Hakan Çalhanoğlu, Cengiz Ünder, Kenan; Burak Yılmaz
ITALIA: Donnarumma; Florenzi, Bonucci, Chiellini, Spinazzola; Barella, Jorginho, Locatelli; Berardi, Immobile, Insigne
Penulis/Editor: Aspian Nur