"Kami mengabarkan Zinedine Zidane resmi mengakhiri tugasnya sebagai pelatih. Kami menghormati keputusan itu dan menunjukkan apresiasi atas profesionalisme, dedikasi, serta hasratnya sepanjang musim ini,” tulis manajemen Real Madrid di laman resmi klub.
Kepergian Zidane bukan sesuatu yang mengejutkan karena tahun 2014 silam pria asal Aljazair itu sudah sempat pergi dari Real Madrid dan menangani tim kedua, Real Madrid Castilla. Buruknya performa Madrid saat ditangani Julen Lopetegui membuat Zidane kembali dipanggil dan dua musim menangani klub ibu kota Spanyol itu.
Zidane sendiri sudah memberitahu para pemain soal keputusan hengkang. Kabar yang diperoleh, Zidane merasa sudah tak cocok dengan bos Madrid Florentino Perez yang sudah lama ingin memecatnya sehingga mengambil keputusan lebih dulu untuk pergi sebelum dipecat.
“Zinedine Zidane pergi karena tak pernah memaafkan Florentino Perez. Saat itu, bocor info bahwa Zidane akan dipecat jika Real Madrid gagal lolos ke 16 besar Liga Champions,” tulis seorang jurnalis Spanyol, Manolo Lama di Twitter @lama_cope.
Kapten Madrid Sergio Ramos mengucapkan salam perpisahan kepada Zidane lewat Twitter. “Semua yang terbaik untuk anda, nikmati hidup bersama keluarga, terima kasih @zidane,” tulis Ramos.
Zidane dikabarkan bersiap menangani Timnas Prancis yang saat ini ditangani Didier Deschamps usai Euro 2020 yang bergulir bulan Juni-Juli mendatang.
Kepergian Zidane memunculkan spekulasi bakal datangnya pelatih klub asal Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), Mauricio Pochettino yang merasa frustasi setelah kegagalan Les Parisiens juara kompetisi Ligue 1.
Selain Pochettino, nama Antonio Conte juga disebut-sebut jadi pelatih anyar Madrid setelah pria Italia itu meninggalkan Inter Milan hanya empat hari setelah memastikan gelar juara Serie A Italia.
Conte dan Inter memutuskan tak lanjut lagi musim depan, meski kontrak si pelatih menyisakan hingga 2022. Conte tidak mencapai kata sepakat soal misi tim musim depan dengan manajemen yang dianggapnya “pelit” disaat Conte menginginkan pemain baru demi mempertahankan scudetto.
“Kami membawa kembali Scudetto pertama dalam 11 tahun, tapi di atas itu semua, kami mengembalikan Inter ke tempat yang seharusnya dengan sejarah serta tradisi mereka. Terima kasih kepada semua yang mewujudkan ini. Saya akan selalu menyimpan foto perayaan Scudetto,” ujar Conte menyampaikan salam perpisahan.
Karena dalam posisi menganggur dan tak mau kalah dengan Madrid, klub Inggris Tottenham Hotspur langsung bergerak cepat mendekati Conte. Mantan pelatih Timnas Italia itu bisa kembali ke Premier League jelang musim 2021/2022. Menurut The Telegraph, bos Tottenham, Daniel Levy berhasrat besar mendatangkan Conte ke London. Sebelumnya Conte sempat menangani Chelsea, klub dari kota London lainnya, selama tiga musim.
Sementara Inter Milan sendiri disebut sudah mendapatkan tanda tangan mantan pelatih Lazio Simone Inzaghi pasca kepergian Conte. Manajemen Lazio sudah mengumumkan kepergian Inzaghi meski tak secara langsung menyebut nama dan klub mana yang jadi tujuan Inzaghi padahal manajemen Biancocelesti begitu yakin bisa memperpanjang kontrak Inzaghi hingga 2024 setelah sudah melatih selama lima tahun. Inter Milan dikabarkan akan mengikat Inzaghi selama dua musim.
Editor: Aspian Nur