Los Palanganas mampu unggul lebih dulu via gol Fernando di menit ke-22 padahal sebelumnya striker Karim Benzema sempat mencetak gol via sundulan namun dianulir karena Alvaro Odriozola dianggap offside sebelum memberikan umpan. Madrid menyamakan skor via Marco Asensio menit ke-67. Menit ke-78 Madrid seharusnya bisa unggul, namun wasit tak memberikan penalty kepada mereka padahal saat itu jelas terlihat kiper Sevilla
Yassine Bounou menghajar bomber tuan rumah Karim Benzema.
Tak diberi penalty, Madrid justru kena hukum tendangan 12 pas saat wasit melihat Eder Militao handball dari sepak pojok Sevilla.
Ivan Rakitic berhasil mengeksekusi dengan baik, Sevilla unggul 1-2. Gol penyama skor untuk Madrid tiba di ujung laga lewat gol keberuntungan kala sepakan Toni Kroos membentur kaki Eden Hazard dan mengubah arah bola hingga masuk ke gawang Sevilla.
Skor 2-2 jadi penutup laga dan Madrid gagal mengkudeta Atletico namun berhasil menggeser Barcelona. Madrid posisi kedua dengan 75 poin selisih 2 poin dengan Atletico di posisi kedua sementara Barca mengemas poin sama dengan Madrid.
Itu artinya perburuan gelar juara LaLiga diantara ketiga tim ini bakal berlangsung hingga akhir kompetisi yang menyisakan tiga pertandingan lagi.
Hasil ini membuat pelatih Madrid Zinedine Zidane murka karena merasa keputusan wasit Munuera yang dianggap kontroversial terkait penalty untuk timnya.
"Saya sama sekali tidak mengerti. Jika Militao handball, begitu pula dengan pemain Sevilla. Tak ada alasan wasit yang bisa meyakinkan saya," kata Zidane seperti dikutip Marca.
"Saya tidak pernah berbicara kepada wasit, tapi saya marah. Pada akhirnya, hasilnya akan tetap seperti itu. Kami tak bisa mengubah apa pun,” paparnya dikutip dari laman dailymail.
Zidane berharap anak asuhnya fokus menatap tiga pertandingan tersisa menuju gelar juara. “Sekarang kami harus memikirkan tiga pertandingan yang tersisa," ujar pria asal Prancis itu.
Editor: Aspian Nur