Dalam laga semi final yang berlangsung Jumat (7/5/2021) pagi tadi, Manchester United kalah dari tuan rumah AS Roma 2-3 di Estadio Olimpico, sedangkan Arsenal ditahan imbang Villarreal 0-0 di Emirates Stadium.
Di Roma, Italia, AS Roma yang kalah 2-6 pada semi final leg pertama di Old Trafford mencetak tiga gol lewat Edin Dzeko menit 57, Bryant Chistante menit 60 dan gol bunuh diri Alex Telles menit 83. Setan Merah mencetak dua gol lewat brace Edinson Cavani. Manchester United tetap melaju ke final meski kalah karena menang aggregate 8-5 dari AS Roma.
Khusus untuk Cavani, pemain timnas Uruguay itu menorehkan sejarah menjadi pemain yang mampu mencetak lebih dari dua gol dalam dua leg di semi final Europa League setelah sebelumnya pemain FC Koln, Jerman, Klaus Allofs melakukannya musim 1985-1986 saat kompetisi ini masih bernama UEFA Cup. Cavani yang kini berusia 34 tahun sudah mencetak 16 gol dalam 15 laga di kompetisi Eropa. Cavani berpeluang jadi top skor Europa League karena sudah mencetak lima gol untuk United di ajang ini.
Namun man of the match pada pertandingan ini adalah kiper David De Gea, yang berhasil menjaga gawangnya kebobolan lebih banyak dari Roma. Terlepas dari tiga gol Roma, De Gea mampu menahan 10 peluang emas mencetak gol Giallorossi pada pertandingan ini.
Bagi Reds Devils, ini final perdana mereka setelah lima kali sempat menembus babak semi final. Anak asuh Ole Gunnar Solskjaer mengulang sukses catatan musim 2016/2017 lalu saat mereka tampil sebagai juara bersama Jose Mourinho, meraih titel Liga Europa/Piala UEFA pertama dalam sejarah klub.
Sebelumnya, Setan Merah gagal ke final pada empat kesempatan yaitu dua kali di Piala Liga Inggris, satu kali Piala FA, dan satu kali Liga Europa. "Rasanya menyenangkan bisa mencapai final," kata . Kami memainkan satu leg yang sangat, sangat bagus di Old Trafford yang telah membawa kami lolos. Saya kecewa kami kalah terutama cara kami bermain di leg kedua," kata Ole Gunnar Solskjaer dikutip dari laman dailymail.
Sementara Arsenal yang kalah 1-2 dari Villarreal di leg pertama tak mampu mencetak meski hanya satu gol saat berlaga di kendang sendiri. Aggregate tetap 1-2 setelah kedua tim bermain imbang 0-0 pada leg kedua ini.
Lebih menyesakkan, karena The Gunners disingkirkan mantan pelatih mereka sendiri, Unai Emery. "Kami hancur, sangat kecewa. Kami harus menyelamati Villarreal. Kami mencoba segalanya sampai menit terakhir tapi tak berhasil,” kata Mikel Arteta, manajer Arsenal.
Sedangkan Unai Emery sangat puas dengan penampilan gemilang anak asuhnya. “Kami mengontrol jalannya laga dan punya opsi untuk mencetak gol. Kami layak tampil di final, dan kami akan menunjukkan performa terbaik kami, bertarung menghadapi Manchester United untuk meraih gelar ini," tegas Emery yang sudah lima kali meloloskan klub yang ditanganinya ke partai final.
Emery sebelumnya sudah menjadi juara tiga kali bersama Sevilla (2014, 2015, 2016) dan sekali menjadi runner-up bersama Arsenal pada 2019.
Final Liga Europa musim ini sekaligus menjadi pertemuan kelima Man Utd dan Villarreal di kompetisi Eropa. Sebelumnya mereka sudah pernah bertarung di Liga Champions.
Editor: Aspian Nur