Kemenangan ini membuat The Blues menang aggregate 3-1 setelah pada leg pertama kedua tim bermain imbang 1-1 di Estadio Alfredo di Stefano pekan lalu.
Kehadiran Sergio Ramos di lini belakang Los Blancos tak membuat tuan rumah gentar. Meski tim tamu lebih dominan dalam possession ball, namun Chelsea lebih efektif memanfaatkan peluang mencetak gol.
Penyerang asal RB Leipzig, Timo Werner, membuka keunggulan Chelsea lewat gol menit ke-28 babak pertama dan digandakan Mason Mount pada babak kedua lima menit jelang waktu normal berakhir.
All English Final di kompetisi elite antarklub Eropa ini akan berlangsung 29 Mei akhir bulan ini di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul, Turki. Ini adalah final pertama Chelsea sejak mencapainya pada 2012 dan jadi juara sementara bagi City final pertama dalam sejarah tim. Pertemuan City kontra Chelsea mengulang kisah dua tahun silam saat Liverpool bersua Tottenham Hotspur musim 2018/2019. Saat itu The Reds juara setelah menang 2-0 atas The Lily Whites.
Keberhasilan Chelsea membuat sang pelatih Thomas Tuchel mencetak sejarah. Dilansir dari Opta, pelatih asal Jerman itu memasuki final keduanya di ajang ini setelah tahun lalu musim 2019/2020 bersama PSG takluk dari Bayern Munchen.
Tuchel menjadi pelatih pertama dalam sejarah Piala Eropa/Liga Champions yang menjejak final beruntun dengan tim yang berbeda. “Menginjak final lagi sesuatu yang luar biasa, saya sangat gembira dengan hasil ini," ujar Tuchel dilansir dari laman dailymail.
Chelsea tentu saja mengincar trofi juara setelah terakhir mendapatkannya sembilan tahun silam saat mengalahkan Bayern Munchen di final. “Kami belum memikirkan itu, masih ada dua pekan lebih untuk fokus ke final,” sebut Tuchel mengenai rencananya di laga puncak nanti.
Menariknya, sebelum final 29 Mei nanti, Chelsea akan bersua dengan City di Premier League hari Minggu (9/5/2021) malam dimana laga ini juga jadi penentu bagi kedua tim kalau menang, City bisa juara kompetisi domestic sementara Chelsea bisa menembus tiga besar dan lolos ke Liga Champions musim depan.
Gelandang serang Chelsea Mason Mount menegaskan seharusnya Si Biru bisa menang lebih dari dua gol. “Bukan pertandingan yang mudah karena Madrid bermain all out tapi kami bekerja keras dan harusnya bisa mencetak lima gol. Tapi yang utama tentu saja kami bisa menang dan ke final kompetisi bergengsi ini,” ujar Mount.
Sementara pelatih Madrid Zinedine Zidane secara terbuka mengungkapkan rasa kecewa namun mengakui kehebatan Chelsea. “Mereka layak menang, yang pasti sudah berjuang, tapi mereka pantas lolos ke final," ujar Zidane.
Yang jadi sorotan pria berdarah Aljazair ini tentu saja lini depan yang bisa berbuat apa-apa sejak leg pertama padahal mereka menciptakan tujuh percobaan tembakan ke gawang Chelsea yang dikawal Mendy. "Kami harusnya lebih baik dalam menyerang karena ada kesempatan. Tapi saya sangat bangga dengan para pemain,” imbuhnya
Bek Madrid Casemiro mengungkapkan kalau Chelsea memang tim yang kuat. Dua kali bersua di ajang ini sudah cukup baginya menilai kekuatan Cesar Azpilicueta dkk. “Kami tak bisa mengalahkan mereka, itu sudah jadi bukti mereka memang tim yang hebat,” kata Casemiro.
Fokus Madrid kini ada di LaLiga Primera dimana mereka bersaing dengan Atletico Madrid dan Barcelona untuk juara kompetisi musim ini.
Editor: Aspian Nur