Tak hanya berteriak sembari membawa bendera dan spanduk bertuliskan protes, para supporter juga menyalakan flare, melemparkan benda-benda keras hingga merusak properti penyiaran dan menerbangkan drone. Itu terjadi tak hanya di dalam stadion tapi juga diluar stadion, membuat petugas keamanan bersiaga ekstra.
Manajemen Manchester United pun mau tak mau harus menunda pertandingan melihat situasi yang tak kondusif. “Akan dilakukan diskusi dengan Premier League untuk penjadwalan ulang pertandingan,"tulis manajemen United dikutip dari laman dailymail.
Manajemen Liverpool sendiri tak masalah dengan penundaan itu karena demi kepentingan dan keselamatan banyak orang.
“Liverpool FC setuju dengan keputusan untuk menunda pertandingan ini karena situasi yang kondusif," tulis Liverpool dalam rilis resmi website mereka.
Dalam protes yang berlangsung tersebut, sejumlah tulisan terbaca diantaranya "United melawan keserakahan" dan "Glazers out." Diketahui, United dibeli keluarga pebisnis asal Amerika Serikat Malcom Glazer seharga 790 juta pound (sekitar Rp15,9 triliun) pada 2005. Meskipun terdaftar di Bursa Efek New York sejak 2012, Glazer tetap memegang kepemilikan mayoritas, demikian dikutip dari beritasatu.com
Ketidaksukaan fans United terhadap Keluarga Glazer sudah lama terjadi, sejak sang ayah Malcom Glazer datang mengambil alih klub pada 12 Mei 2005. Sederet perlawanan demi perlawanan terus dihadirkan fans yang menganggap kepemilikan keluarga ini terhadap MU bukan karena cinta pada sepakbola, tetapi karena bisnis semata.
Namun sudah 15 tahun sejak kejadian tersebut, Glazer masih berkuasa meski Malcolm sudah meninggal 2014 lalu. Satu hal yang dipermasalahkan dari para suporter adalah karena pembelian klub menggunakan dana yang berasal dari utang.
Meski diprotes, namun tidak bisa dibantah kalau kesuksesan MU sebenarnya juga ada andil dari keluarga Glazer. Gelar juara Liga Inggris kembali diraih setelah absen selama tiga musim, yang paling fenomenal sudah pasti trofi Liga Champions ketiga setelah menunggu selama hampir sembilan tahun. Total ada 13 gelar yang diraih ketika klub melangkah bersama Glazer.
Namun, para fans banyak yang mungkin tidak bisa menerima anggapan tersebut. Bagi mereka, sederet gelar tadi bisa diraih karena andil besar seorang Alex Ferguson, mantan pelatih United asal Skotlandia yang piawai dalam meracik tim dan mengantarkan kesuksesan untuk tim dari Kota Manchester tersebut.
Imbas batalnya laga ini, Manchester City pun batal memastikan nasib mereka juara Premier League musim 2020/2021. Saat ini City memiliki koleksi 80 poin atau keunggulan 13 poin dari United. Kalau Red Devils imbang dengan Liverpool yang membuat selisih hanya 12 poin tetap akan menyulitkan Harry Maguire dkk menggagalkan City sebagai juara musim ini, terutama dari selisih gol yang begitu jauh.
Editor: Aspian Nur