Untuk musim 2020/2021, ini jadi trofi perdana bagi The Citizens dan masih punya peluang untuk menambah gelar juara dari kompetisi lain. Di Premier League, City berada di baris terdepan dalam perebutan gelar juara. Mereka memimpin klasemen Liga Inggris dengan 77 poin dan tinggal butuh tambahan lima poin untuk mengunci gelar menyusul hasil seri yang didapat ManchesterUnited.
Sementara itu di Liga Champions, langkah Kevin De Bruyne dkk sudah sampai babak semifinal. City selanjutnya akan menghadapi Paris Saint-Germain di babak empat besar. "Ini sangat spesial buat kami setelah kami kalah di Piala FA. Kami perlu mendapat rasa percaya diri dan jalan terus," ujar Aymerick Laporte dikutip dari dailymail.
Kemenangan City didapatkan dihadapan ribua suporter yang kembali hadir di stadion. Seperti diketahui, pemerintah Inggris mengizinkan pertandingan ini dihadiri 8 ribu penonton. Masing-masing klub diberi jatah 2 ribu penonton untuk suporter mereka, sementara 4 ribu sisanya merupakan warga lokal dan staf Dinas Kesehatan. "Hari yang luar biasa karena kami meraih titel keempat dan pertandingan disaksikan penonton. Kami sangat bahagia,” ujar Josep Guardiola, manajer City.
Sementara bagi Tottenham, kegagalan ini memperpanjang nirgelar mereka sejak tahun 2008 atau selama 13 tahun. Di Tahun 2008 silam, Spurs mampu mengangkat Piala Liga musim 2007/08 setelah mengalahkan Chesea 2-1 di laga final.
Pelatih ad interim Tottenham, Ryan Mason, merasa sedih dengan kegagalan timnya. Namun pria yang menggantikan posisi Jose Mourinho di kursi manajer tim ini tetap bangga dengan para pemainnya yang telah berjuang.
Mason sempat merasakan kekalahan di kompetisi yang sama sebagai pemain di 2015. “Kami telah memberikan segalanya yang mereka miliki dalam waktu tujuh hari, kurangnya persiapan namun mereka telah memberikan segalanya,” kata pria 29 tahun tersebut.
Son Heung-min bersimbah air mata setelah peluit panjang dibunyikan sedangkan Eric Dier nampak sangat sedih di pinggir lapangan saat melakukan wawancara dengan Spurs TV.
Editor: Aspian Nur