Pertandingan di Anfield ditandai dengan ulah anarkis fans Liverpool yang melempari bus yang membawa pemain Real Madrid saat menuju stadion. Liverpudlian, julukan fans Liverpool, menyalakan suar dan melemparkan batu yang membuat bus harus berjalan diantara asap pekat dan kaca yang pecah. Namun intimidasi pendukung fanatic tuan rumah itu tak membuat nyali pemain Real Madrid ciut dengan tetap berlaga di Anfield dan berhasil menahan gempuran Liverpool.
Bagi The Reds hasil imbang ini membuat mereka nirgelar musim 2020/2021. Banyaknya pemain yang cedera dalam skuat asuhan Jurgen Klopp membuat performa mereka tak maksimal. Kondisi itu sangat terasa saat mereka sudah memimpin klasemen Liga Inggris tahun 2020 lalu namun posisi mereka tergusur karena cederanya Virgil van Dijk, bek andalan Liverpool. Kalah di ajang Community Shield dan FA Cup juga Piala Liga Inggris serta lepasnya gelar juara kompetisi domestic ditambah tersingkir dari Liga Champions jadi bukti sahih bagaimana merosotnya prestasi Si Merah musim ini.
Stadion Anfield pun tak lagi angker bagi si pemilik karena sudah delapan kali Liverpool kalah di kandang.
Asa Liverpool kini hanya untuk menembus Liga Champions musim depan yang itu artinya mereka harus ada di urutan keempat klasemen sementara saat ini mereka masih berada di urutan keenam dengan 52 poin, terpaut tiga poin dari West Ham United di urutan keempat.. “Kami ingin kembali ke sini (Liga Champions) musim depan. Sekarang kami harus konsentrasi di Premier League," sebut Klopp
"Kami harus segera bangkit dan melupakan kegagalan ini karena masih banyak tantangan yang harus dihadapi di depan,” paparnya.
Sementara pelatih Real Madrid Zinedine Zidane menegaskan fokus dan mental yang kuat jadi kunci timnya lolos ke semifinal. “Kami sempat kesulitan di Anfield tapi pada akhirnya hasil imbang sudah bagus, sekarang kami bisa bersiap lagi di kompetisi domestic, memanaskan persaingan disana,” tegas Zidane.
Editor: Aspian Nur