Son Heung-min membawa timnya unggul menit ke-40 setelah sebelumnya gol United yang dicetak Edinson Cavani dianulir VAR karena dianggap ada pelanggaran yang dilakukan oleh Scott McTominay terhadap Son. Gol penyeimbang baru tercipta babak kedua menit 57 lewat Fred dan digandakan Cavani menit 79 sampai akhirnya ditutup gol tambahan waktu menit 96 oleh Mason Greenwood.
Red Devils pun kokoh di peringkat kedua klasemen dengan 63 poin sementara Tottenham tertahan di peringkat ketujuh dengan 49 poin.
Tim tamu berhasil menjaga rekor laga tandang sempurna dari kemenangan ini, tidak pernah kalah dalam 16 pertandingan
away. Bahkan tim besutan Ole Gunnar Solskjaer sudah 22 pertandingan tandang secara beruntun tidak kalah sejak musim lalu.
sementara Tottenham menelan kekalahan ke-10 musim dari hasil laga melawan United dan jadi musim terburuk dalam karier Jose Mourinho. The Lily Whites sudah kehilangan 18 poin dari posisi unggul di Premier League musim ini. Mereka hanya kalah dari Brighton & Hove Albion urusan kalah setelah memimpin lebih dulu.
Catatan buruk lainnya untuk Mourinho adalah ini merupakan kelima kalinya beruntun di seluruh ajang ia gagal menang di kandang melawan tim-tim yang sebelumnya dia tangani. Dalam periode tersebut, Mourinho dua kali imbang dan tiga kali kalah.
"Saya belum siap untuk membahasnya lebih dalam. Lebih baik saya tetap di posisi ini dan saya tidak memberikan komentar apa-apa," kata Mourinho usai laga.
Sementara pelatih United Ole Gunnar Solskjaer mengaku puas melihat aksi Cavani. “Kualitasnya benar-benar luar biasa," ujar Solskjaer. “Kami belum pernah memiliki pemain nomor 9 seperti dia untuk waktu yang cukup lama," imbuhnya.
Di musim ini, Cavani tercatat telah tampil sebanyak 29 kali di semua kompetisi dengan sumbangan 8 gol dan dua assist.
Terlepas dari hasil laga ini, ada lagi aksi rasisme yang ditujukan kepada pemain. Kalau akhir pekan tadi penyerang Manchester City Raheem Sterling yang jadi sasaran rasis lewat media social setelah City kalah dari Leeds United 1-2, di laga Tottenham kontra United giliran Son Heung-min yang mengalami hal sama. Son kena pelecehan rasis online dan klub mengaku telah melaporkan insiden ini.
Son diserang rasis anti Asia karena dianggap jadi penyebab dianulirnya gol Cavani terlebih setelah itu pemain 28 tahun itu mencetak gol untuk Tottenham. Hujatan di akun media social Son mulai dari Twitter hingga Instagram membuat manajemen klub murka.”Kami akan menindaklanjuti masalah ini. Kami sepenuhnya mendukung Anda, Sonny," tulis manajemen tim di media social resmi klub.
Lewat CAA Base, agen sepakbola yang mewakili Son, Dele Alli, Kyle Walker dan sejumlah pemain top lainnya, saat ini mengambil bagian dalam boikot media sosial selama satu pekan sebagai protes terhadap kebencian online.
Mourinho dan Solskjaer sendiri terlibat keributan karena perilaku Son dalam pertandingan. Solskjaer menuduh pemain Korea Selatan itu menipu untuk menggagalkan gol perdana Cavani dan melihat Son bereaksi berlebihan sebelum wasit Chris Kavanagh meninjau insiden itu di monitor touchline dan memberi Spurs tendangan bebas. “Kami seharusnya tidak ditipu. Kami tidak tertipu, tapi wasitnya." ujar Solksjaer dikutip dari laman dailymail.
Mourinho tidak terima dengan pernyataan Solskjaer dan berusaha membela anak asuhnya.
"Saya sudah memberi tahu Ole saat bertemu dengannya. Saya mengatakan Son sangat beruntung karena ayahnya adalah orang yang lebih baik daripada Solskjaer," sebut Mou.
Editor: Aspian Nur