Dua gol Madrid dicetak lewat sontekan Karim Benzema menit 13 dan tendangan Toni Kroos menit 38. Tim tamu hanya bisa membalas satu gol menit 60 dari Oscar Mingueza. Kendati Madrid bermain 10 orang setelah Casemiro kena kartu merah di menit 90, Barca tetap tak mampu mencetak gol tambahan.
Kemenangan ini membuat Real Madrid mengulangi catatan gemilang mereka yang telah berusia 43 tahun, memenangkan tiga laga El Clasico secara beruntun setelah kali terakhir mencatatkannya pada 1978. Tiga kemenangan beruntun atas Barcelona itu (2-0, 3-1 dan 2-1) dicatat Real Madrid sejak musim lalu. Musim ini Madrid menang back to back setelah sebelumnya menang di Camp Nou pada jornada ke-7.
Sementara bagi Barca catatan kemenangan di 19 pertandingan tanpa kekalahan mereka terhenti.
Sebelumnya anak asuh Ronald Koeman meraih 16 kemenangan dan tiga hasil seri di liga. Kekalahan terakhir didapat dari Cadiz dengan skor 1-2 5 Desember 2020.
Usai laga, pelatih Real Madrid Zinedine Zidane mengaku timnya perlu istirahat karena setelah menghadapi Barcelona mereka berlaga di Liga Champions menghadapi tuan rumah Liverpool pada leg kedua perempat final pekan depan. "Perjalanan masih panjang, kami harus beristirahat setelah ini. Ada dua laga yang besar," kata Zidane.
Menghadapi Barca dini hari tadi, Zidane sempat menarik beberapa pemain intinya seperti Toni Kroos, Karim Benzema, Vinicius Junior dan Lucas Vazquez untuk menghemat tenaga. “Kami harus melakukan beberapa pergantian pemain untuk menjaga kebugaran mereka,” sebutnya.
Catatan khusus ada pada Benzema yang masuk dalam empat pemain Madrid yang mampu mencetak gol dalam tujuh laga beruntun di Liga Spanyol. Sebelum Benzema, Ruud van Nistelrooy, Cristiano Ronaldo, serta Gareth Bale pernah melakukan hal yang sama.
Beda dengan Benzema, kapten Barcelona Lionel Messi memperpanjang puasa mencetak gol di laga
El Clasico menjadi tujuh pertandingan, yang merupakan paceklik terlama dalam karier profesionalnya. Terakhir kali Messi membobol gawang Madrid Mei 2018, lebih dari 1000 hari yang lalu. Menariknya, pertandingan itu juga menjadi penampilan terakhir El Clasico bagi Cristiano Ronaldo sebelum pindah ke Juventus dan kabar yang beredar menyebutkan juga jadi El Clasico terakhir Messi bersama Barcelona.
Ronald Koeman mengaku timnya terlalu memberikan ruang kepada Madrid sehingga sang rival bisa mencetak gol. “Kami tidak tajam di depan dan rapuh di belakang, kami terlalu banyak memberikan ruang, kurang rapat,” jelas Koeman.
Editor: Aspian Nur