Secara menyakitkan dengan hasil itu Cristiano Ronaldo dkk tersingkir dari persaingan menuju fase 8 Besar karena kalah dalam urusan agresivitas gol.
Di kandang sendiri, Juve tertinggal lebih dulu via penalty Sergio Oliveira menit 19 yang membuat Porto unggul hingga turun minum. Pada babak kedua, Federico Chiesa membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat brace menit 49 dan 63. Kendati tim tamu bermain dengna 10 orang sejak menit 54 karena Mehdi Terami kena kartu merah, namun tak ada gol tambahan hingga 2x45 menit.
Aggregate 3-3 membuat laga berlanjut ke extra time. Menit 115, lagi-lagi Sergio Oliveira mencetak gol dan menyamakan kedudukan 2-2 yang membuat Juve harus mencetak dua gol tambahan untuk melangkah ke fase berikutnya. Gol Adrien Rabiot untuk Juve menit 117 sempat membuka asa karena skor 3-2, namun setelahnya taka da gol tambahan lagi untuk tuan rumah hingga bubaran. Skor imbang 4-4 Juve yang ditangani pelatih Andrea Pirlo tersingkir karena kalah dalam urusan mencetak gol
“Pertandingan yang sulit meski kami menghadapi 10 pemain lawan. Kami memulai dengan baik namun semuanya berakhir dengan kecewa. Kami harus bisa menerima ini,” kata bek Juve Matthijs de Ligt. “Banyak peluang tapi kami tak bisa menambah gol. Kami sangat kecewa tersingkir dari ajang ini,” sebut pemain asal Belanda ini.
Sementara Federico Chiesa mengakui sebenarnya timnya lebih layak lolos. “Kami banyak peluang tapi tak bisa menambah gol, itu saja masalahnya. Saat Anda tidak lolos, Anda harus menganalisis apa yang terjadi. Kami memiliki mentalitas yang berbeda dan jujur harusnya kami pantas untuk lolos,” ungkapnya
Chiesa meminta rekan-rekannya fokus di Seria A dan Coppa Italia dimana mereka berhasil masuk ke babak final. “Kami ingin berada di perempat final, tapi sayangnya tidak, jadi sekarang kami fokus pada Serie A dan Coppa Italia.” tutup Chiesa.
Kegagalan di Liga Champions ini menjadi pukulan besar bagi Juventus. Di Serie A Liga Italia mereka juga hampir pasti gagal mempertahankan gelar karena hanya berada di posisi ketiga klasemen di bawah Inter Milan dan AC Milan.
Sementara Sergio Oliveira jadi pemain terbaik di pertandingan ini berkat dua gol yang dicetaknya. Gelandang FC Porto berkebangsaan Portugal tersebut mencetak dua gol krusial dan Whoscored tak ragu memberi penilaian 8.2 untuk Oliveira.
"Dia mencetak dua gol. Dia sangat bagus dalam bertahan dan menghasut semua serangan yang mengancam buat Porto," ungkap pengamat teknis UEFA, Cosmin Contra, di situs resmi UEFA Champions League.
Editor: Aspian Nur