Setan Merah sendiri mengklaim berhak atas penalty pada menit ke-14 saat Callum Hudson-Odoi diduga menyentuh bola di kotak penalti saat berduel dengan Mason Greenwood. Namun setelah wasit Stuart Attwell meninjau Video Assistant Referee (VAR) Hudson-Odoi dinyatakan tidak melakukan handball.
Wajar kalau pelatih United Ole Gunnar Solskjaer kecewa berat.
Solskjaer menuding wasit terpengaruh atas ucapan rival-rival MU yang menyebut timnya terlalu banyak mendapat hadiah penalti di musim ini. Keluhan tersebut sebelumnya dilontarkan Juergen Klopp dari Liverpool, serta eks manajer Chelsea, Frank Lampard.
"Itu jelas penalti. Saya agak khawatir kami tidak mendapat penalti tersebut setelah keributan yang dibuat mengenai kami yang mendapat banyak penalti," kata Solskjaer dikutip dari dailymail.
Red Devils sejatinya sudah delapan kali mendapat hadiah penalti di Premier League sejak awal musim 2020/2021. Jumlah tersebut sama dengan yang diraih Chelsea dan Brighton & Hove Albion, serta hanya kalah dari Leicester City (10 penalti). Apabila dihitung dari awal musim 2019/2020 sampai sekarang, Manchester United masih berstatus raja penalti Premier League dengan 22 penalti. Squawka mencatat, Setan Merah unggul dari Manchester City (18 penalti) dan Leicester City (17 penalti).
Sementara pelatih The Blues Thomas Tuchel mengaku senang dengan hasil ini. “Kami belum berada di kondisi kritis,” kata Tuchel. “Soal penalty untuk United, saya kira wasit sudah melakukan yang terbaik. Saya juga tidak mengerti mengapa dia harus melihat VAR terlebih dahulu,” ucap Tuchel.
Hasil imbang ini membuat Chelsea tergusur dari posisi 4. Tempat mereka digusur oleh West Ham. Sementara MU kini tertinggal 12 poin dari Manchester City.
Editor: Aspian Nur