The Dragons, julukan FC Porto, berhasil memanfaatkan peluang sekecil apa pun untuk mencetak gol, termasuk dari blunder Bentancur yang merupakan gol pembuka di laga ini saat kedua tim berlaga di Estadio O’Dragao, Porto, Portugal dimana bintang Juventus Cristiano Ronaldo reuni dengan mantan klub yang pernah membesarkan namanya itu.
Bentancur melakukan blunder saat pertandingan baru berjalan 61 detik!. Saat memberikan bola back pass ke kiper Wojciech Szczesny, Bentancur tak melihat ada bomber Porto asal Iran, Mehdi Taremi yang langsung menyerobot dan menceploskan bola ke gawang tim tamu.
Pada babak kedua, Porto kembali mencetak gol di menit awal dari sontekan jarak dekat Moussa Marega menit ke-46. Sebiji gol Juve dicetak Federico Chiesa menit ke-82. Meski tak cukup untuk menghindar dari kekalahan, namun gol Chiesa setidaknya memudahkan langkah Juve pada leg kedua pekan depan karena cukup dengan satu gol di Allianz Stadium, Turin, Juve bisa merebut tiket ke 8 Besar dari Porto yang langkahnya juga cukup mudah karena tinggal memerlukan hasil imbang. intuk menuju perempatfinal.
Usai laga, dilansir dari Football Italia, pelatih Juve Andrea Pirlo mengakui blunder Bentancur jadi biang kekalahan timnya. “Rasa percaya diri kami hilang setelah kebobolan di menit awal dan itu buah dari kesalahan kami sendiri,” kata Pirlo.
"Kebugaran jadi faktor lain dari kekalahan ini karena jadwal kami sangat padat, membuat pemain kurang fokus. Tapi itu tidak bisa jadi alasan, yang jelas kami masih memiliki peluang dan percaya diri saat berlaga di leg kedua pekan depan,” tegas Pirlo.
Karena masalah kebugaran ini, diungkapkan Pirlo ada anak asuhnya yang nyaris pingsan di kamar ganti karena kelelahan yaitu Alvaro Morata. "Matthijs De Ligt kram, Giorgio Chiellini mengalami masalah betis dan Alvaro Morata merasakan sakit di ruang ganti pemain setelaga laga dan harus berbaring. Tapi semua dalam kondisi tetap terjaga,” paparnya.
Kapten Juventus Alex Sandro mengakui timnya kesulitan di laga ini. Gol cepat yang dibuat tuan rumah diakuinya membuat Juve dalam tekanan ditambah lagi pada babak kedua gol cepat juga berhasil dilakukan Porto. “Seolah kami belum siap di menit awal. Anda tahu, kebobolan di menit awal jadi penentu sepanjang pertandingan kalau mental tidak kuat dan itu yang kami alami hari ini,” kata Alex Sandro.
Sementara pelatih Porto Sergio Conceicao mengakui anak asuhnya menerapkan strategi permainan dengan sangat efektif. “Kami tampil sempurna, menekan semua titik kekuatan Juventus. Tapi kebobolan satu gol bukan sesuatu yang bagus karena itu bisa jadi penentu pada leg kedua. Sekarang kami harus tetap yakin bisa menembus 8 Besar dan berjuang di Turin pekan depan,” kata Conceicao, “Ini baru separuh jalan. Kami perlu bermain sekuat ini dalam setiap laga agar bisa lolos ke perempat final," tegasnya.
Editor: Aspian Nur